11 Buruh di Semarang Positif Covid-19 Usai Demo Tolak UU Cipta Kerja

BNews—SEMARANG—Aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja yang berlangsung di Kota Semarang dan berbagai wilayah lainnya beberapa waktu lalu, menimbulkan kekhawatiran. Akan memicu timbulnya klaster penyebaran Covid-19 baru.

Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat terdapat sepuluh buruh peserta demo tolak UU Cipta Kerja di depan DPRD Jawa Tengah beberapa waktu lalu, terkonfirmasi positif COVID-19. Hal ini berdasarkan hasil rapid test dan swab.

”Aksi unjuk rasa sulit untuk menghindar dari jarak atau kerumunan massa dan terbukti kekhawatiran kami. Terdapat sepuluh buruh peserta demontrasi, positif Covid-19 dan satu buruh terpapar, total 11 buruh yang positif,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, Minggu (18/10/2020).

Dia menegaskan, sejak awal pihaknya tidak mengeluarkan izin. Terhadap kegiatan yang menimbulkan keramaian, contohnya aksi unjuk rasa selama pandemi.

”Utamakan kesehatan dan keselamatan rakyat. Pandemi Covid-19 masih menghantui kita dan keluarga. Pakai masker, jaga jarak dan hindari kerumunan,” tandasnya.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam, para buruh tersebut berasal dari dua perusahaan. Sepuluh buruh tersebut terpapar Covid-19, bermula dari tes cepat yang dilakukan perusahaan-perusahaan terhadap karyawannya yang mengikuti aksi pada 7 Oktober 2020 lalu.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)
Loading...

”Setelah di-rapid test hasilnya reaktif. Kemudian (perusahaan) menghubungi dinas kesehatan untuk di-swab, ternyata hasilnya positif,” katanya beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut dia mengatakan buruh yang terkonfirmasi positif tersebut, sempat menulari satu buruh lainnya. Sehingga total yang terpapar sebanyak 11 orang.

”Kondisi ke-11 buruh tersebut baik dan masuk dalam kategori orang tanpa gejala. Saat ini (mereka) sedang menjalani isolasi di Rumah Dinas Wali Kota Semarang,” ujarnya.

Dirinya pun mengimbau kepada para peserta aksi yang berlangsung di depan DPRD Jawa Tengah bebarapa waktu lalu untuk segera memeriksakan diri jika merasa kondisi tubuhnya sakit.

”Penelusuran sudah dilakukan dan dinyatakan tidak ada pasien lagi yang terpapar, selain 11 buruh tersebut,” pungkasnya. (*/mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: