Sesosok Mayat Ditemukan Di Sungai Gandu Secang Magelang
- calendar_month Sen, 10 Mar 2025

mayat teraupung di aliran sungai Gandu Pucang Secang
BNews-MAGELANG- Mayat laki laki terapung di aliran sungai Gandung Pucang Secang gegerkan warga (10/3/2025).
Dan diketahui , mayat tersebut berinisial A berusia 80 tahun. Semula, warga mengira mayat tersebut adalah boneka yang mengambang di sungai.
Kapolsek Secang AKP Kamidi menuturkan, saat itu, seorang warga bernama Dewi datang ke rumah Indowati untuk bekerja sekitar pukul 07.00. Kemudian, Indowati meminta agar Dewi membersihkan kamarnya karena tercium bau busuk.
“Tapi, ketika dicari di dalam kamar, tidak ada,” bebernya, Senin (10/3).
Karenanya, Dewi menuju belakang rumah yang berdekatan dengan sungai untuk membersihkan rumput sekaligus mencari asal muasal bau tersebut.
Selang setengah jam, Dewi berteriak meminta tolong. Teriakan itu membuat Indowati datang menyusulnya.
Kamidi menyebut, Indowati sempat bingung dan menyakan perihal teriakan Dewi.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)
“Indowati menemui dan menanyakan ‘ada apa?’ kepada Dewi. Lalu, Dewi kembali bertanya, ‘bu, itu boneka apa orang?’. Indowati pun memastikan itu,” katanya.
Betapa kagetnya Indowati melihat seseorang yang mengapung di aluran Sungai Gandu. Kemudian, Indowati bergegas menuju rumah Kepala Desa Pucang Anwari. Sekitar pukul 08.00, Anwari melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Secang.
Mendapat laporan tersebut, sejumlah personel kepolisian mendatangi lokasi untuk memastikannya. Saat ditemukan, mayat itu mengenakan baju berwarna coklat dan sarung motif kotak.
Setelah dievakuasi, mayat itu diidentifikasi dan dilakukan pemeriksaan.
Kamidi menyebut, terdapat luka di dahi dengan panjang 4 sentimeter dan kedalaman 2 sentimeter tidak beraturan akibar terkena batu sungai.
Selain itu, luka di telinga dengan panjang 2 sentimeter dan kedalaman 1 sentimeter akibat gigitan serangga.
Mayat tersebut, lanjut Kamidi, tidak ditemukan feses di dubur, tidak ditemukan lebam mayat, dan tidak ditemukan air mani di alat kelamin.
“Dimungkinkan korban meninggal dunia sudah lebih dari 12 jam dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” bebernya.
Setelah ditelusuri, kata dia, anak korban mengaku bahwa sang ayah sudah tidak berada di rumah sejak Minggu (9/3). Biasanya, selepas Subuh, sang ayah bergi ke Sungai Gandu untuk buang air besar.
“Kemungkinan terpeleset, jatuh ke aliran sungai, dan terbawa arus sehingga ditemukan berjarak 1 kilometer dari tempat buang air besar,” imbuhnya. (*)
About The Author
- Penulis: Borobudur News





Saat ini belum ada komentar