Sewa Motor Tak Dikembalikan, Pemuda di Muntilan Diringkus Polisi

BNews–MUNTILAN– Seorang pemuda di Muntilan terpaksa harus berurusan dengan jajaran Kepolisian. Pelaku ini dilaporkan korban karena telah melakukan penipuan atau penggelapan satu unit sepeda motor rental.

Pemuda tersebut diketahui berinisial FN, 32 warga Desa Gunungpring Kecamatan Muntilan. Sementara korban diketahui adalah Siswadi Siswanto pemiliki SS Rental Kaweron Muntilan.

Kapolsek Muntilan AKP Mudiyanto membenarkan telah mengamankan pemuda tersebu pada 18 Juni 2020 kemarin. “Pelaku ini kita amankan di rumah mertuanya di daerah Gunungpring juga setelah diburu oleh petugas,” katanya.

Untuk kronologi kejadian, bermula pelaku ini datang ke SS Rental Kaweron untuk menyewa sepeda motor berikut STNK pada 13 Mei 2020 lalu. “Saat itu pelaku sepakat dengan pihak rental untuk menyewa dengan harga Rp 50 ribu perharinya. Pelaku ini menyewa selama lima hari namun DP uang sebesar RP 150 ribu, dengan alasan akan dilunasi saat dikembalikan,” paparnya.

Namun setelah tiba waktu sepeda motor dikembalikan, pelaku ini tidak kunjung datang ke SS Rental Kaweron. Korban sempat menunggunya beberapa hari berikutnya namun pelaku tidak kunjung datang.

Karena merasa ditipu, korban pada tanggal 15 Juni 2020 melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Muntilan. “Kami menerima laporan korban langsung melakukan penyelidikan dan memburu pelaku. Hasilnya 18 Juni 2020 petugas mendapat informasi keberadaan pelaku,” ungkapnya.

DOWNLOAD MUSIK MUSIK KEREN (KLIK DISINI)
Loading...

“Tidak berselang lama mendapat laporan, pelaku diringkus di rumah mertuanya di daerah Desa Gunungpring juga tidak jauh dari SS Rental Kaweron. Saat proses pengamaman, barang bukti sepeda motor dan STNKnya berhasil diamankan juga,” ujarnya.

AKP Mudiyanto mengungkpakan juga, setelah pelaku berhasil diringkus dibawa ke Polsek Muntilan untuk dimintai keterangan. “Saat diintrograsi awal, pelaku mengakui semua perbuatannya,” ungkapnya.

Dan setelah dilaksanakan gelar perkara, lanjutnya ditemukan dua alat bukti berupa keterangan saksi barang bukti yang telah disita. “Pelaku kita tetapkan menjadi tersangka. Kami jerat pelaku dengan Pasal 378 KUHP atau pasal 372 KUHP  tentang penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman penjara maksimal 4 tahun,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: