Soal Suster Katolik Nyanyikan Lagu Lebaran, Begini Respons Mengejutkan PBNU

BNews—NASIONAL— Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengomentari viralnya video Suster Katolik yang menyanyikan lagu Lebaran. Salah satu video tersebut diunggah akun Instagram @borobudurnews, kemarin (24/5).

”Kita Indonesia,” tulis dalam keterangan video tersebut.

Warga internet pun membanjiri komentar positif terhadap tiga suster yang merupakan anggota Kongregasi Suster Putri Bunda Hati Kudus di Kramat, Jakarta Pusat.

”Adem lihatnya,” kata @lulilucu. ”Indahnya Indonesia-ku. Bhinneka Tunggal Ika,” sambung @aboetqila.

Bahkan, akun bernama @agusi16 mengatakan bila video tersebut sarat dengan pesan toleransi. Dirinya menyebut bila Magelang menjadi salah satu daerah yang memiliki harmoni antarumat beragama yang sangat tinggi.

”Magelang toleransi sangat tinggi jangan sampai dirusak oleh satu kelompok tertentu… Minal Aidzin Wal Faizin,” tulisnya.

Tidak hanya itu, di jejaring sosial twitter, akun Katolik Garis Lucu @KatolikG juga mengunggah video lagu lebaran karya suster di Jember, Jawa Timur.

Sementara itu, PBNU menilai, apa yang dilakukan suster Katolik tersebut adalah bentuk toleransi yang patut dihargai. Dengan demikian, persaudaraan antara umat beragama di Indonesia bisa menjadi semakin kokoh.

”Apa yang salah saat agama lain mengucapkan selamat Idul Fitri?” tutur Ketua Pengurus PBNU KH Robikin Emhas.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

Robikin berpandangan jika nyanyian suster Katolik tersebut adalah sebuah perwujudan toleransi beragama. ”Sepanjang tidak mempertaruhkan akidah dan bukan bagian dari ritual agama lain, ini masuknya ke ruang toleransi,” sambungnya.

Ia meminta semua pihak agar tak mempermasalahkan ucapan selamat dari pemeluk agama lainnya. Apapun bentuknya. Baik lewat karangan bunga, surat ucapan atau lagu.

”Bahkan, bisa dibilang merupakan bagian dari upaya memperkokoh persaudaraan antarsesama manusia atau ukhuwah insaniyah,” jelasnya.

Malah semestinya, sudah tidak ada lagi ruang kebencian bagi orang lain yang berbeda keyakinan. Sebab, bentuk toleransi merupakan bagian dari ajaran setiap agama.

“Semoga, semakin banyak yang menyadarinya. Sehingga, dunia yang damai dan menjunjung tinggi harkat martabat kemanusiaan, akan terwujud,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: