Status Tanggap Darurat Merapi Diperpanjang, Jumlah Pegungsi Di Magelang Justru Berkurang

BNews—MUNGKID Status tanggap darurat antisipasi erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Magelang diperpanjang. Jumlah pengungsi dari lereng Merapi Magelang berkurang.

Diketahui bersama, sebelumnya status Tanggap Darurat Merapi ditetapkan Pemkab Magelang sejak tanggal 5 November sampai 30 November 2020. ”Diperpanjang, Mas. Tetapi saya belum cek suratnya,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto (1/12/2020).

Sementara update jumlah pengungsi Merapi, hingga awal Desember 2020 ini tersisa 636 jiwa dari Kecamatan Dukun. ”Total pengungsi ini terbagi di lima tempat pengungsian di dua Kecamatan, Mungkid dan Mertoyudan,” imbuh Edy.

Untuk pengungsi dari Dusun Babadan 1 dan 2 di Desa Paten, lanjut Edy total ada 413. ”Untuk warga rentan dari dua dusun tersebut berada di TEA Desa Banyurono dan Desa Mertoyudan. Keduanya di Kecamatan Mertoyudan,” ujarnya.

Sementara dari Desa Krinjing ada warga dari tiga Dusun yakni, Trono, Pugeran,dan Trayem dengan jumlah total 119 jiwa. ”Untuk dari Desa ini berada di Gedung Balai Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan,” paparnya.

Untuk pengungsi dari Desa Keningar yakni Dusun Banaran dan Gondangrejo berjumlah 104 jiwa. ”Untuk pengungsi ini ada di Gedung Sekolah SDN Ngrajek 1 dan rumah Kepala Desa Ngrajek Kecamatan Mungkid,” kata Edy.

Edy juga menyampaikan update adanya pengurangan 71 pengungsi dari Dusun Babadan 2 awal Desember 2020 ini. ”Mereka pulang untuk mengikuti ujian sekolah, balita pulang untuk imunisasi; dan pulang mengurus ternak dan lahan pertanian,” terangnya.

”Untuk warga rentang yang pulang semua itu yang berasal dari Desa Ngargomulyo Kecamatan Dukun. Dimana sebelumnya mereka tersebar di pengungsian Desa Tamanagung Kecamatan Muntilan,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: