Stok Pangan Jawa Tengah Aman Meski Dilanda Banjir
- calendar_month Sel, 7 Apr 2026

Meskipun Banjir, Persediaan Pangan di Jateng Dipastikan Masih Aman
BNews-JATENG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan kondisi persediaan pangan di Jawa Tengah tetap aman, meskipun sejumlah wilayah di provinsi tersebut terdampak bencana banjir.
Menurut Luthfi, ketahanan pangan Jawa Tengah saat ini masih sangat kuat karena produksi pangan daerah tetap mengalami surplus dan bahkan dinilai mampu menopang kebutuhan pangan secara nasional.
“Kondisi pangan kita surplus, jadi swasembada pangan kita kuat,,” ujar Luthfi seusai menghadiri open house HUT ke-10 Tribun Solo di Gedung Tribun News, Kota Surakarta, Selasa 7 April 2026.
Produksi Pangan Jawa Tengah Masih Surplus
Pernyataan Gubernur Jawa Tengah tersebut diperkuat dengan data dari Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah yang menunjukkan bahwa neraca pangan daerah masih berada dalam kondisi relatif aman.
Berdasarkan data per Maret 2026, neraca beras Jawa Tengah tercatat mengalami surplus sebesar 702.409 ton. Kondisi ini menjadi indikator penting bahwa pasokan pangan pokok di Jawa Tengah masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
Selain beras, surplus juga terjadi pada sejumlah komoditas peternakan, terutama daging dan telur selama periode Januari hingga Maret 2026. Dengan capaian tersebut, kebutuhan konsumsi masyarakat dinilai masih dapat terpenuhi dengan baik.
Pemerintah Siapkan Perlindungan untuk Petani Terdampak Bencana
Luthfi menegaskan, pemerintah juga telah menyiapkan skema perlindungan bagi petani apabila lahan pertanian mereka terdampak bencana alam seperti banjir.
“Kalau ada sawah yang terkena bencana, kita cover dengan asuransi Jamkrida, sehingga masyarakat petani kita bisa terangkat,” katanya.
Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan usaha tani sekaligus mengurangi risiko kerugian yang harus ditanggung petani secara mandiri saat terjadi bencana.
Realisasi Produksi Padi dan Jagung Tunjukkan Tren Positif
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, sebelumnya menjelaskan bahwa hingga awal April 2026, sejumlah indikator produksi pertanian di Jawa Tengah menunjukkan tren positif.
Untuk komoditas padi, dari target produksi sebesar 10.559.679 ton gabah kering giling (GKG), realisasinya telah mencapai 4.169.353 ton atau sekitar 39,48 persen.
Sementara itu, produksi jagung dari target 3.700.000 ton telah mencapai 984.959 ton atau sekitar 26,62 persen.
Adapun untuk komoditas kedelai, realisasinya masih berada pada tahap awal, yakni 762 ton dari target 52.790 ton, atau sekitar 1,44 persen.
Produksi Hortikultura dan Peternakan Juga Menguat
Pada sektor hortikultura, capaian produksi sejumlah komoditas utama juga menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
Produksi bawang merah tercatat mencapai 144.705 ton dari target 617.015 ton atau sekitar 23,45 persen. Sementara produksi cabai mencapai 80.892 ton dari target 456.621 ton atau sekitar 17,72 persen.
Di sektor peternakan, produksi telur tercatat mencapai 238.154 ton dari target 917.863 ton atau sekitar 25,95 persen.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Untuk produksi daging, realisasinya mencapai 311.042 ton dari target 942.497 ton atau sekitar 33 persen. Sedangkan produksi susu mencapai 17.928 ton dari target 76.570 ton atau sekitar 23,41 persen.
“Yang perlu menjadi perhatian berikutnya adalah distribusi agar surplus ini bisa merata, dan menjaga stabilitas harga,” ujar Frans, sapaannya.
Pemprov Jateng Siapkan Program Strategis Pertanian 2026
Dalam mendukung pencapaian target produksi pertanian tahun 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengalokasikan berbagai program strategis di sektor pertanian.
Program tersebut meliputi bantuan benih dan sarana produksi untuk padi seluas 47.200 hektare, jagung 3.200 hektare, kedelai 3.000 hektare, cabai 310 hektare, serta bawang merah TSS seluas 25 hektare.
Dari sisi infrastruktur pertanian, pemerintah juga melakukan rehabilitasi terhadap 334 paket jaringan irigasi tersier dan membangun 75 paket irigasi perpipaan.
Modernisasi Pertanian Diperkuat dengan Alsintan
Upaya modernisasi pertanian di Jawa Tengah juga terus diperkuat melalui distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan).
Beberapa bantuan yang disiapkan pemerintah antara lain 100 unit rice transplanter, 86 unit traktor crawler, 30 unit traktor roda empat, 100 unit pompa air, 10 unit combine harvester, serta puluhan unit cultivator dan hand tractor.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja petani sekaligus mempercepat proses produksi di lapangan.
Perlindungan Petani dan Keberlanjutan Sistem Pertanian Jadi Fokus
Selain peningkatan produksi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memperkuat aspek perlindungan petani melalui sejumlah program asuransi dan pembiayaan.
Program asuransi usaha tani padi mencakup 10.449 hektare lahan, sedangkan asuransi tembakau menjangkau 10.000 hektare.
Pemerintah juga mengalokasikan subsidi suku bunga untuk 800 paket pembiayaan petani.
Menurut Frans, strategi pembangunan pertanian di Jawa Tengah tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga diarahkan untuk menjaga keberlanjutan sistem pertanian secara menyeluruh.
Hal itu mencakup penguatan luas baku sawah, peningkatan indeks pertanaman, serta pemanfaatan teknologi pertanian secara lebih optimal. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar