Subsidi Gas Elpiji 3Kg Bakal Dicabut, Harganya Jadi Segini

BNews—NASIONAL—Pemerintah berencana mengalihkan subsidi gas elpiji tiga kilogram dan dikhususkan kepada keluarga yang tidak mampu saja. Oleh karenanya bagi keluarga diluar status tidak mampu ungtuk pembelian gas tersebut akan mengalami kenaikan.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan subsidi tabung gas elpiji tiga kilogram masih diberikan, hanya saja dengan skema berbeda. “Enggak dicabut, dikasih langsung ke masyarakat yang berhak atau tepat sasaran hanya untuk orang miskin,” kata Plt Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto.

Kementerian ESDM akan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dan pihak lainnya yang berkaitan. Agar nantinya subsidi tersebut bisa tepat sasaran kepada mereka yang berhak menerima.

Misalnya, koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dan Kementerian Sosial.

“Kan katanya data orang miskin (penerima bantuan subsidi)nya sudah punya,” kata dia.

Target pemerintah, skema pendistribusian gas elpiji 3 kilogram yang subsidinya dialihkan tersebut, berjalan pada pertengahan tahun 2020 ini. Pemerintah juga sudah mengajukan sistem pengalihan distribusi gas melon kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan saran itu juga telah disetujui.

“Kita sudah melakukan persiapan bagaimana cara memberi (subsidi) langsungnya kepada masyarakat. Mudah-mudahan tahun ini juga, sekitar pertengahan tahun bisa kita laksanakan karena uji cobanya sudah dilaksanakan di berbagai tempat,” imbuhnya.

Loading...

Lanjutnya, nanti para penerima bantuan akan menggunakan barcode. Penggunaan ini juga akan memudahkan pemerintah dalam memantau konsumsi masyarakat kurang mampu terhadap LPG 3 kg.

“Rata-rata masyarakat miskin kebutuhannya tiga tabung per bulan. Kalau berdasarkan barcode membeli lima tabung, ini yang beli orang miskin atau bukan. Dari situ kita bisa lihat mana yang pembelinya berhak atau tidak,” papar Djoko.

Adapun masyarakat yang masih berhak mendapatkan subsidi, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) telah memiliki data. Yakni berdasarkan tiga kriteria yang jumlahnya 15 juta hingga 25 juta keluarga.

“Jadi tergantung Pemerintah mau pakai kriteria yang mana. Datanya sudah ada,” jelas dia.

Tambah Djoko, dengan subsidi tersebut , harapannya pemerintah dapat memberikan bantuannya ke orang yang bersangkutan. Nantinya akan langsung mentransfer subsidi ke rekening si penerima bantuan sehingga bisa langsung membeli gas elpiji 3 kilogram sesuai harga yang telah disubsidi.

“Uang subsidinya ditransfer langsung ke orang miskin tersebut. (penetapan harga tabung gas elpiji 3 kilogram) sama dengan elpiji 12 kg,” ungkapnya.

Harga gas elpiji 3 kilogram pada umumnya berkisar Rp21 ribu hingga Rp24 ribu. Jika subsidi gas melon itu dicabut, harganya bisa berkisar sampai Rp35 ribu.

Borobudurnews mencoba menghitung kisaran harga tabung gas elpiji berdasarkan harga per kilogram yang dijual. Harga tabung gas elpiji 12 Kilogram sekitar Rp 141 ribu per tabung.

Artinya, setiap kilogramnya harga jualnya Rp11.750. Jika mengacu pada data itu, harga tabung gas elpiji 3 kilogram akan dijual yakni hasil Rp11.750 dikalikan tiga menjadi sekitar Rp35.250.

Download Aplikasi Borobudurnews

Sementara itu, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mendukung rencana tersebut. Hal ini untuk memastikan agar subsidi tabung gas elpiji bisa tepat sasaran.

Menurutnya, penerima subsidi harus benar-benar didapatkan oleh masyakarat miskin. “Wacana TNP2K (Tim Nasional Penanggulangan dan Pengentasan Kemiskinan) untuk menjadikan distribusi gas elpiji 3 kg, alias gas melon bersifat tertutup, bisa dimengerti,” ungkapnya.

Selain itu, Tulus menyarankan kepada pemerintah untuk lebih ketat dalam mengawasi para penerima subsidi gas melon. “Wacana kebijakan ini yang patut dikritisi adalah model pendataan terhadap kelompok penerima subsidi langsung yang dianggap rumah tangga miskin,” pungkasnya. (*/mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: