Suhu Panas Dirasakan Di Wilayah Jogja dan Magelang, ini Penjelasan BMKG
- calendar_month Sab, 14 Mei 2022

ILUSTRASI : Cuaca panas (foto : internet)
BNews–JOGJA– Dirasakan bersama beberapa hari terakhir sebagian besar warga di DI Yogyakarta dan Magelang merasakan suhu panas yang tidak seperti biasanya.
Berdasarkan pengamatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Stasiun Klimatologi (Staklim) Sleman; memaparkan ada beberapa hal yang mengakibatkan suhu terasa panas di DI Yogyakarta .
Pertama, berdasarkan data hasil pengamatan di Stasiun Klimatologi Sleman, suhu maksimum harian yang terukur pada tanggal 01 sampai 12 Mei 2022 berkisar antara 31 – 33.6 °C.
Suhu harian tertinggi mencapai 33.6 °C yakni terjadi pada tanggal 3 Mei 2022.
Berdasarkan data yang tercatat di Stasiun Klimatologi Sleman, rata-rata suhu maksimum yang terukur pada bulan Mei periode tahun 2015 – 2021 adalah 31.8°C.
“Suhu maksimum tertinggi yang pernah tercatat pada periode tahun 2015 – 2021 adalah 36.4°C pada 21 Oktober 2019,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Sleman Reni Kraningtyas, Jumat (13/5/2022).
Reni menjelaskan, fenomena suhu udara terik yang terjadi pada siang hari tersebut dipicu oleh beberapa hal.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Antara lain, posisi semu matahari saat ini sudah berada di wilayah utara ekuator; dimana tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujannya akan sangat berkurang. Sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari akan cukup mendominasi.
Selain itu, lanjut dia, dominasi cuaca yang cerah dan tingkat perawanan yang rendah tersebut dapat mengoptimumkan penerimaan sinar matahari di permukaan bumi; sehingga menyebabkan kondisi suhu yang dirasakan oleh masyarakat menjadi cukup terik pada siang hari.
“Perli diketahui suhu panas terik yang terjadi di wilayah Indonesia bukan fenomena Gelombang Panas,” jelasnya.
Sebab, menurut WMO (World Meteorological Organization), Gelombang Panas atau dikenal dengan “Heatwave” merupakan fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama 5 hari atau lebih, dan berlangsung secara berturut-turut, dimana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5°C atau lebih.
“Fenomena gelombang panas ini biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa dan Amerika yang dipicu oleh kondisi dinamika atmosfer di lintang menengah,” ujarnya.
Sedangkan yang terjadi di wilayah Indonesia menurutnya adalah fenomena kondisi suhu panas atau terik dalam skala variabilitas harian.
“Kewaspadaan kondisi suhu panas atau terik pada siang hari masih harus diwaspadai hingga pertengahan Mei,” ungkapnya.
Dengan kondisi tersebut, BMKG menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga kondisi stamina tubuh dan kecukupan cairan tubuh; terutama bagi warga yang beraktifitas di luar ruangan pada siang hari supaya tidak terjadi dehidrasi, kelelahan dan dampak buruk lainnya. (*/tribun)
About The Author
- Penulis: Joe Joe





Saat ini belum ada komentar