Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Tahun 2021 Kasus DBD Di Kota Magelang Berkurang, Namun Satu Orang Meninggal Dunia

Tahun 2021 Kasus DBD Di Kota Magelang Berkurang, Namun Satu Orang Meninggal Dunia

  • calendar_month Kam, 30 Des 2021

BNews–MAGELANG– Musim pandemi covid belum usai, termasuk di wilayah Kota Magelang. Namun, wabah Demam Berdara Dengue (DBD) juga terus mengingtai.

Hal tersebut melihat saat ini musim penghujan sedang terjadi yang bisa memicu penyakit DBD yang disebankan oleh nyamuk aedes aegypti. Untuk itu, Pemerintah Kota Magelang mengimbau masyarakat agar selalu mewaspadainya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang dr. Intan Suharyati menyebutkan, jumlah kasus DBD di Kota Magelang sepanjang tahun 2021 tercatat ada 23 kasus.

Jumlah tersebut, lanjutnya menurun dibanding tahun 2020. Dan wilayah paling banyak di Rejowinangun Utara.

Meskipun tahun ini menurun, kata Intan di tahun ini, ada satu kasus kematian akibat DBD.  Kasus tersebut menjadikan Kota Magelang berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Sebelumnya tidak ada kasus kematian, tapi tahun ini ada, jadi bisa dikatakan sebagai KLB,” katanya (28/12/2021).

Ia mengungkapkan bahwa di penghujung akhir tahun, sudah mulai banyak bermunculan penyakit, terutama DBD.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Menurutnya, obat semprot sudah banyak yang resisten. Artinya, tidak mematikan nyamuk secara keseluruhan.

“Dulu pernah ada obat semprot, tapi resisten. Digantikan dengan obat tipe lain, kemudian resisten juga. Sekarang malah beralih lagi ke obat semprot yang awal karena dinilai lebih efektif,” ujarnya.

Menurutnya, ketika hendak memberantas nyamuk, jentik-jentik lah yang harus dibasmi terlebih dahulu.

 Jika sudah hilang, katanya maka tidak akan ada lagi nyamuk dewasa. Pasalnya, yang menggigit dan menyebarkan penyakit adalah nyamuk dewasa.

Upaya fogging pun, menurut Intan, tidak dapat menyelesaikan masalah. Ketika disemprot, ada nyamuk yang mati dan ada yang berpindah ke tempat lain. “Disemprot juga resisten. Pemborosan juga, banyak asap yang menjadikan lingkungan sekitar tidak nyaman,” kata Intan.

Salah satu upaya preventifnya dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Menurut Intan, PSN dinilai lebih mudah dan hasilnya terasa.

Intan menyebutkan, DBD tidak pandang akan menyerang dewasa atau anak-anak. Untuk itu, ia mengimbau agar tetap memperhatikan air yang menggenang. “Ditelateni dengan dibersihkan setiap hari dan tetap jaga kebersihan,” tandasnya.

Wali Kota Magelang dr. Muchammad Nur Aziz menuturkan, satu nyawa di Kota Magelang sangat berharga dibanding kota yang lain.

“Sebenarnya kami sudah ada juru pemantau jentik (jumantik) dari lama, hanya saja, kami tekankan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap jentik dan tempat-tempat yang dapat memicu adanya perkembangbiakan nyamuk,” tambahny.

Aziz menyebutkan, grafik kasus DBD terjadi paling banyak di awal tahun. Untuk itu, Pemerintah Kota Magelang menggulirkan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) kepada Dinkes. Yakni sebesar Rp 188,029 juta untuk penanganan penyakit, seperti DBD.

“Anggaran tersebut paling banyak digunakan untuk fogging. Belum termasuk pembelian inseptisida,” pungkasnya. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less