Indonesia Akan Uji Coba Vaksin Covid-19 Kepada Manusia

BNews–NASIONAL– Terkait wabah Covid-19, Indonesia akan mulai lakukan uji coba klinis vaksinnya. Pemerintah akan melibatkan perusahaan farmasi dalam negeri  dan dari China serta Korea Selatan.

Pemerintah Indonesia berharap vaksin Covid-19 ini dapat digunakan pada tahun 2021 mendatang. Oleh sebab itu uji coba kepada manusia akan dilakan dalam waktu dekat,

Menurut Peneliti Utama Vaksin Covid-19 Unpad, Prof. Kusnandi Rusmil, sesuai rencana uji klinis akan dilakukan pada bulan Juli. “Jumlah sample 1.620, tapi untuk tahap awal dilakukan sebanyak 540 orang dulu yang diambil darah. Lalu 1.100 tanpa diambil darah, tapi langsung diberikan vaksin,” katanya kemarin seperti yang dikutip Vivanews (11/6/2020)

Vaksin yang akan digunakan adalah yang dimiliki perusahaan farmasi China, Sinovac. Nantinya sebanyak 540 orang yang diuji dengan diambil darahnya, akan dipantau terus selama 9 bulan.

Sementara 1.100 orang yang disuntikan vaksin akan dipantau untuk dilihat keamanannya. “Tapi yang 540 itu, selain disuntik, juga dilihat imunogenisitas dari vaksinnya. Jadi dilihat kadar dan lain-lainnya,” imbuhnya.

Menurutnya, bila melakukan uji vaksin, akan dilihat efektifitas yang dilihat dari kadar zat antinya dan keamananya. Apakah reaksi lokal atau reaksi sistemik.

“Setelah suntik pertama, setelah satu bulan akan kembali disuntik. Pada tahap ini akan terus diikuti dan dipantau reaksi orang tersebut terhadap vaksin Covid-19. Ini terus dilakukan sampai 9 bulan lamanya,” ungkapnya.

DOWNLOAD MUSIK MUSIK KEREN (KLIK DISINI GRATIS)

Tapi untuk 1.100 orang, lanjutnya yang tidak diambil sampel darah, tetapi tetap diberikan vaksin. Uji coba pada orang-orang ini hanya akan melihat sisi keamanannya saja. Tetapi tetap dilakukan selama 9 bulan.

Perlu diketahui, uji coba ini dilakukan terhadap orang-orang yang belum terpapar virus corona. Vaksin yang dimiliki perusahaan farmasi China, Sinovac ini sudah melalui fase 1 dan 2, secara sukses atau berhasil.

Pada dua fase ini, efektifitas dan efek samping dari vaksin sudah dipastikan aman. Kemudian baru pada fase 3 ini akan diuji coba secara bersamaan di China dan Indonesia.

“Apakah hasilnya akan sama dengan di China dan Indonesia. Kalau sama, vaksin ini bisa saja dipakai. Pada fase 3 ini dilihat konsistensinya, apakah di China dan di sini sama atau tidak,” ujarnya.

Menurut Prof. Kusnandi, bila uji coba telah berhasil melewati fase 3, maka vaksin ini baru bisa dijual. Kembali ditegaskan, bahwa penelitian yang akan dilakukan sampai 9 bulan.

“Hasil dari vaksin ini harus sama antara di China dan Indonesia, atau negara lain yang juga ikut uji coba vaksin ini. Bila hasilnya tidak sama, maka vaksin ini tidak dapat digunakan,” pungkasnya. (*/Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: