Tak Terbukti Bersalah, PN Mungkid Bebaskan Terdakwa Robertus Dalam Kasus Penggelapan Barang

BNews—MUNGKID— Pengadilan Negeri Mungkid membebaskan seorang terdakwa kasus penggelapan perangkat sensor sistem pemadam kebakaran. Pria bernama Robertus Kunia Agung, 44, warga Bekasi, Jawa Barat ini divonis bebas. Usai PN Mungkid memutuskan terdakwa tidak terbukti terlibat sebagai penadah barang hasil curian, Senin (21/12/2020).

Sidang putusan tersebut dipimpin Hakim Ketua Asropi SH MH didampingi Hakim Anggota yakni Dian Nur Pratiwi SH, dan I Made Sudiarta SH MH. Majelis hakim memutuskan bahwa terdakwa tidak bersalah dan memerintahkan segera dibebaskan dari tahanan.

Sebelumnya, oleh polisi, Robertus ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan sebagai penadah beberapa barang perangkat sensor sistem pemadam kebakaran. Alat tersebut berasal dari tersangka berinisial NEW, 44, warga Potrobangsan, Kota Magelang, pada akhir Agustus 2020 lalu.

Diketahui bahwa NEW merupakan mantan General Manager PT ETI FIRE SYSTEM, Tegalrejo, Kabupaten Magelang. NEW diduga kuat menggelapkan barang-barang perusahaan dan menjualnya kepada Robertus.

Pada sidang yang dilaksanakan secara online tersebut, terdawa Robert didampingi dua penasihat hukum yakni Rustandi Senjaya SH dan Reinaldo SH.

”Pertama, kami sangat mengapresiasi keputusan hakim. Dimana dalam putusannya agar segera membebaskan klien kami. Karena fakta dalam persidangan, klien kami memang tidak terbukti bersalah,” kata Rustandi kepada awak media, Senin (21/12/2020).

Dia mengungkapkan fakta-fakta yang ditemukan selama proses persidangan berbeda dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Bahkan, dalam persidangan ada surat pernyataan bermaterai permintaan maaf dari terdakwa NEW kepada Robertus.

”Intinya dalam surat pernyataan tersebut jelas menerangkan bahwa klien kami tidak bersalah dan tidak mengerti atas perbuatan saudara NEW,” ungkapnya.

(surat pernyataan dari terdakwa NEW)

Dia menjelaskan bahwa dalam keterangan lain, terungkap terdakwa NEW menjual barang-barang yang digelapkan tidak hanya ke terdakwa Robertus. Akan tetapi ke beberapa CV dan perorangan.

”Setahu kami ada lima CV dan perorangan. Tetapi yang dijadikan terdakwa hanya klien kami,” jelas Rustandi.

Diberitakan sebelumnya, kasus penggelapan penyalahgunaan wewenang jabatan di Tegalrejo, Kabupaten Magelang terungkap (26/8/2020). Pelaku merupakan mantan General Manager di PT ETI FIRE SYSTEM yang mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian hingga Rp1,7 miliar. (mta/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: