IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Tangani Penyakit Kanker, BPJS Kesehatan Habiskan Rp 2,5 Triliun

BNews—HEALTH— BPJS Kesehatan harus mengeluarkan biaya hingga Rp 2,5 triliun khusus untuk menanggung pembiayaan pasien kanker yang ditanggungnya. Hal ini dikarenakan biaya proses pengobatan yang sangat mahal.

Hal itu diungkapkan oleh Mentri Kesehatan nIla Moeloek. Menurutnya, biaya itu habis untuk operasi, terpi, CT Scan, PET Scan dan lain sebagainya.

“Untuk beberapa jenis kanker, memang tak dilakukan tindakan sebab tidak memungkinkan. Kita lihat lagi apakah sudah metastatis dengan PET scan. Anda bisa bayangkan. Baru kita mau mengambil tindakan, apakah operatif atau tidak? Kalau kanker sel darah jelas enggak ada yang dioperasi,” ujar Nila.

Selain itu, biaya untuk perawatan kanker juga tinggi karena obat yang diberikan. Untuk itu, Nila mengapresiasi Perusahaan farmasi Korea Selatan Chong Kun Dang (CKD Pharma) dan OTTO Pharmaceutical, anak usaha dari perusahaan lokal Menjangan Sakti (MENSA) Group, yang membuka pabrik obat antikanker pertama di Indonesia. Dengan demikian, Indonesia tak perlu mengimpor obat kanker.

Loading...

“Minimal kan harganya tidak ada biaya distribusi, bisa lebih murah. Coba pesan dari Korea mesti shipping (dikirim). Berapa biayanya,” ujar Nila. (wan/jo)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: