Tas Sopir Trans Jogja Nyaris Dicuri Penumpang, Sempat Tarik Menarik dengan Pelaku

BNews—YOGYAKARTA— Sebuah video aksi pengemudi Trans Jogja mempertahankan tasnya dari tindak percobaan pencurian viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak pengemudi tengah mengemudikan armadanya. Saat itu hanya ada satu penumpang yaitu ibu-ibu.

Tiba-tiba, ibu menggunakan daster itu mengambil tas hitam milik pengemudi yang berada di samping kirinya. Ternyata aksi itu diketahui si pengemudi. Sempat terjadi tarik menarik tas antara pengemudi dan ibu tersebut. Aksi percobaan pencurian pun berhasil digagalkan.

Direktur Utama PT Jogja Tugu Trans Agus Andriyanto membenarkan peristiwa yang terjadi. Dalam video tampak bahwa peristiwa terjadi pada 10 Agustus lalu.

“Ada penumpang naik terus kita juga nggak tahu kenapa dia milih di situ terus kemudian memang milih tempat duduk yang ada di depan itu,” kata Agus melalui sambungan telepon, Jumat (12/8).

Agus menjelaskan bahwa peristiwa percobaan pencurian itu terjadi saat bus sepi. Saat itu, pengemudi kebetulan menaruh tasnya di samping kirinya. “Tasnya kan ada di pojok sehingga mau diambil itu kan,” ujarnya.

Setelah berhasil menyelamatkan tas dari percobaan pencurian, si pengemudi kemudian menurunkan ibu tersebut di halte berikutnya.

“Itu single operator, hanya driver saja. Jadi posisinya driver saja. Sementara kita harus melayani masyarakat yang lain juga gitu lho. Sehingga ya sudah kita turunkan di halte selanjutnya,” ceritanya.

IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Peristiwa percobaan pencurian itu diketahui terjadi di sekitar koridor Ngaglik. Bus Trans Jogja itu memiliki rute dari Bandara Adisutjipto hingga Terminal Pakem.

“Kejadiannya di mana kurang tahu, tapi jam 3 jam 4 (sore). Antara bandara Adisutjipto-Pakem,” bebernya.

Kasus ini, menurut Agus tidak dibawa ke ranah hukum. Langkah yang dilakukan pun hanya menurunkan ibu itu di halte berikutnya. Ibu tersebut juga tidak di-blacklist untuk naik Trans Jogja.

“Kayaknya repot sekali single operator itu lho. Kita juga harus melakukan pelayanan yang lain karena tidak ada korban dan lain-lain, kita lepaskan kita suruh turun,” ujarnya.

“Kalau untuk penumpang di-blacklist agak susah karena jumlah kan ribuan ratusan,” tuturnya. (*)

Sumber: kumparan.com

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!