Terima Ganti Untung Tol Jogja-Bawen, Warga Sleman Mendadak Jadi Miliarder

BNews—JOGJAKARTA— Puluhan warga Dusun Pundong, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman mendadak menjadi miliarder. Mereka kaya mendadak setelah menerima ganti untung pembebasan lahan untuk proyek pembangunan Jalan Tol Jogja Bawen.

Nominal ganti untung yang diterima warga cukup bervariasi, mulai Rp1 miliar hingga Rp12 miliar. Mayoritas uang ganti untung tersebut digunakan untuk membeli tanah, rumah hingga mobil.

Dukuh Pundong 3 Pekik Basuki mengatakan, total lahan yang dibebaskan di Dusun Pundong 1, 2, 3 dan 4 ada 145 bidang tanah. Sedang untuk rumah, yang dibebaskan di Dusun Pundong 2, 3 dan 4 ada sekitar 48 rumah.

”Dari tanah dan rumah yang dibebaskan untuk pembangunan Tol Jogja-Bawen ini, ada warga yang mendapat ganti untung puluhan juta hingga miliaran rupiah. Tapi mayoritas warga mendapat ganti untung kisaran Rp1 miliar hingga Rp 12 miliar. Karena itu, banyak yang menjadi miliarder dadakan,” ungkap Pekik, baru-baru ini.

Pekik merupakan salah satu warga yang terdampak. Ganti untung dari lahan yang dibebaskan, Pekik menerima sekitar Rp1,1 miliar. Sedang tanah warisan milik istri dan kakak iparnya, mendapat uang ganti untung sekitar Rp9 miliar.

Selanjutnya uang tersebut digunakan untuk membeli tanah di sekitar Kampus UMY. Kemudian membeli rumah di dekat Kampus UII dan membangun rumah di Pundong.

”Uang ganti untung itu Saya kembalikan untuk membeli tanah dan rumah. Sedang untuk beli mobil belum,” ungkap Pekik. Menurutnya, setelah pencairan uang ganti untung, memang banyak sales mobil, motor, asuransi dan perbankan yang mendatangi warga Pundong.

Namun mayoritas masyarakat lebih memilih menggunakan uang tersebut untuk membeli tanah dan rumah. ”Warga yang membeli mobil memang ada, tapi tidak banyak. Justru kebanyakan untuk membeli rumah dan tanah sebagai persiapan nanti kalau sudah harus pindah. Selain itu, ditabung untuk biaya pendidikan anak,” terangnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Hal sama dilakukan kakak ipar Pekik Basuki, Hari Sudaryadi. Uang ganti untung itu digunakannya untuk membeli rumah dan kos-kosan, serta lahan kosong. Selain itu juga untuk renovasi rumah.

”Kemarin Saya sudah membeli rumah dan kos-kosan, serta lahan. Sisanya masih disimpan,” terang Hari.

Sedang warga lainnya, Sumianto mengaku, dari rumah dan lahan seluas sekitar 500 meter persegi yang dibebaskan untuk pembangunan Tol Jogja-Bawen ini mendapat ganti untung sekitar Rp2,4 miliar. Uang itu sebagian sudah untuk membeli dua unit mobil baru dan satu mobil bekas, serta dua motor baru dan satu motor bekas.

”Satu mobil untuk hadiah anak Saya yang berhasil masuk UNY dan satu mobil untuk usaha. Selain itu Saya sudah membeli lahan sekitar 400 meter persegi di Pundong 5 dan 200 meter persegi di Pundong 3. Soalnya anak tidak mau pindah jauh dari sini,” papar Sumianto. (ifa/han)

Sumber: KR Jogja

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: