Duh..di Magelang Ada Pesantren Radikal yang Haramkan Hormat Bendera

BNews—MAGELANG— Di wilayah Kabupaten Magelang disebut-sebut muncul sejumlah pondok pesantren dadakan yang tiba-tiba memiliki banyak murid. Mereka melarang kegiatan pengibaran bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD di sela-sela diskusi di Hotel JS Luwansa, kemarin.

Dia mendapat info jika banyak penganut Islam radikal di Arab Saudi yang ditangkap. Sebagian yang masih lolos, kata dia, ada yang masuk ke Indonesia.

Menurut Mahfud, tokoh-tokoh Islam radikal ini diduga datang dengan membawa uang jutaan dollar untuk mendukung gerakan radikal. Modus yang dilakukan dengan cara mendukung pesantren-pesantren tertentu atau membuat pesantren sendiri.

“Mendirikan lembaga pendidikan yang sangat jauh berbeda,” katanya kepada sejumlah media online.

Menurut Mahfud, pesantren ini dulu tidak dikenal namun tiba-tiba muncul dengan murid yang banyak dan tertutup. Cirinya mereka mengharamkan lagu Indonesia raya dan hormat bendera merah putih. “Di Yogyakarta saya tahu ada, di Magelang (ada), gak boleh menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengibarkan (bendera) merah putih,” tuturnya.

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi ini berujar untuk mengatasi ancaman radikalisme itu maka dia bersama sejumlah tokoh yang tergabung dalam Gerakan Suluh Kebangsaan hari ini berkumpul untuk membuat skenario tentang kondisi Indonesia. (bn1/jar)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: