Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Teroris Kabur Dari Tahanan Tusuk Petugas Densus Hingga Gugur, Dimakamkan di Sleman

Teroris Kabur Dari Tahanan Tusuk Petugas Densus Hingga Gugur, Dimakamkan di Sleman

  • calendar_month Sab, 22 Apr 2023

BNews–JOGJA–  Anggota Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Bripda Dhendri Ahmad Septia menjadi korban penusukan di Kantor Imigrasi Jakarta Utara oleh tiga pelaku tindak pidana terorisme asal Uzbekistan.

“Telah meninggal dunia Bripda Dhendri Ahmad Septian, anggota Densus 88 Antiteror Polri di Rumah Sakit Keluarga Kelapa Gading,” kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol. Aswin Siregar, di Jakarta, Kamis (20/4/2023).

Menurut Aswin, Bripda Dhendri meninggal dunia siang tadi pukul 11.15 WIB, setelah menjalani perawatan intensif akibat beberapa luka tusukan, saat menggagalkan upaya pelarian yang dilakukan tiga warga negara Uzbekistan yang mencoba kabur dari ruang detensi Kantor Imigrasi Jakarta Utara, Senin (10/4).

Tiga dari empat warga negara Uzbekistan tersebut melakukan penyerangan kepada petugas Imigrasi dan anggota Densus yang melakukan penjagaan. Peristiwa penyerangan terjadi petugas sedang bersiap sahur.

Ketiga pelaku menyerang lima petugas menggunakan pisau dapur yang diperoleh dari pantry. Pelaku menjebol platfom ruang detensi untuk melarikan diri karena tidak ingin dideportasi ke negara asalnya.

Satu dari tiga pelaku yang kabur itu telah ditangkap dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, sedangkan satu orang pelaku ditemukan tewas usai menceburkan diri ke Kali Sunter.

Keempat WNA Uzbekistan yang melakukan penyerangan tersebut, yakni Bekhzod Anorbek Ugli Baytoev (BAB), Olimjon Mukhtor Ugli Makhmudov (OMM), Murodjon Ibrokhimjon Ugli Rakhimov (MIR) dan Bakhromjon KabilDjanovich Azizov (BKA). Keempatnya diamankan, Jumat (24/3), karena terlibat penyerangan propanganda radikalisme melalui internet.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Tiga dari empat warga negara Uzbekistan tersebut berupaya melarikan diri dan menyerang petugas Imigrasi dan Densus 88, sedangkan satu pelaku Bakhromjon KabilDjanovich Azizov (BKA) tidak ikut dalam peristiwa tersebut.

“Saat ini jenazah dalam perjalan untuk dikebumikan di kampung halamannya di Yogyakarta,” ucap Aswin.

Terkait gugurnya Bripda Dhendri setelah menjalani perawatan medis akibat luka tusukan dalam insiden penyerangan oleh warga negara Uzbekistan, apakah akan dinaikkan pangkatnya menjadi Anumerta, Aswin menyebut, pihaknya akan memberikan yang terbaik.

“Kami akan berikan yang terbaik untuk Almarhum, untuk mengenang jasa-jasanya,” kata Aswin

DIMAKAMKAN DI SLEMAN

Almarhum dimakamkan siang tadi di kampung halamannya, Candibinangun, Pakem, Kabupaten Sleman.

Pada Jumat (21/4/2023) rumah duka sudah dihadiri oleh tetangga dan sanak saudara almarhum. Menurut informasi jenazah akan dimakamkan pada 14.00 WIB siang ini.

Paman Almarhum, Suyadi menuturkan mendiang Dhendri meninggal di rumah sakit Jakarta pada pukul 19.51 WIB malam kemarin. Jenazah tiba di rumah duka tadi pukul 08.30 WIB pagi melalui jalur darat.

“Rencana pemakaman nanti secara kepolisian tapi sebelum diserahkan ke kepolisian nanti acara adat secara adat dusun,” kata Suyadi ditemui di rumah duka, Jumat.

Disampaikan Suyadi, almarhum merupakan anak kedua dari dua bersaudara.

“Belum [berkeluarga] baru dinas 1 tahun 5 bulan. Kondisi keluarga [ibu dan kakak] alhamdulillah sampai sekarang walaupun sedih tapi tetap kuat itu sudah takdir yang kuasa,” ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar, mengungkapkan Dhendri meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif akibat beberapa luka tusukan, saat menggagalkan upaya pelarian yang dilakukan tiga warga negara Uzbekistan yang mencoba kabur dari ruang detensi Kantor Imigrasi Jakarta Utara, Senin (10/4/2023).

Tiga dari empat warga negara Uzbekistan tersebut melakukan penyerangan kepada petugas Imigrasi dan anggota Densus yang melakukan penjagaan. Peristiwa penyerangan terjadi petugas sedang bersiap sahur.

Ketiga pelaku menyerang lima petugas menggunakan pisau dapur yang diperoleh dari pantry. Pelaku menjebol platfom ruang detensi untuk melarikan diri karena tidak ingin dideportasi ke negara asalnya.

Terkait gugurnya Bripda Dhendri setelah menjalani perawatan medis akibat luka tusukan dalam insiden penyerangan oleh warga negara Uzbekistan, apakah akan dinaikkan pangkatnya menjadi Anumerta, Aswin menyebut, pihaknya akan memberikan yang terbaik.

“Kami akan berikan yang terbaik untuk Almarhum, untuk mengenang jasa-jasanya,” kata Aswin. (*)

About The Author

  • Penulis: Borobudur News

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less