TERUNGKAP !! Mantan Wali Kota Solo Ke-11 Dimakamkan di Kota Magelang

BNews-MAGELANG– Ternyata makam Wali Kota Solo ke-11 ditemukan di Kampung Trunan, Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang.

Hal tersebut langsung membuat Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa beserta rombongan Forkopimda Kota Solo mengunjungi Kota Magelang pada Kamis kemarin (13/6/2024).

Rombongan para pejabat pemkot ini dipimpin oleh Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa. Mereka mengunjungi makam Wali Kota Solo ke-11, yaitu Soemari Wongsopawiro, yang menjabat pada periode 1975-1980.

Teguh Prakosa menjelaskan bahwa kegiatan ini sebenarnya merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Pemkot Solo yang jatuh setiap 17 Juni.

Biasanya, lanjutnya seminggu sebelum hari ulang tahun, mereka mengunjungi rumah mantan wali kota yang masih hidup dan berziarah ke makam-makam mantan wali kota yang sudah meninggal.

Teguh juga mengatakan bahwa makam Wali Kota Solo ke-11, Soemari Wongsopawiro, baru ditemukan bulan lalu. Sebelumnya, terdapat juga makam mantan wali kota Solo setelah Soemari, yaitu H.R. Hartomo yang terletak di Temanggung.

“Ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendiri dan pembangun Kota Solo di zamannya,” ujar Teguh.

CEK BERITA UPDATE DAN MENARIK LAINNYA (KLIK DISINI GRATIS)

Teguh menegaskan bahwa setiap zaman pasti memiliki tokohnya masing-masing, dan hal ini harus dihargai. Rencananya, agenda ini akan dilakukan setiap tahun.

Teguh juga mengungkapkan bahwa upaya pencarian ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu, namun baru berhasil ditemukan bulan lalu setelah mendapatkan kontak dari salah satu anak Soemari.

Dari seluruh wali kota Solo, hanya ada dua mantan wali kota yang dimakamkan di luar Kota Solo, yaitu Soemari Wongsopawiro dan Hartomo, sisanya dimakamkan di Kota Solo.

Sementara itu, anak kedua dari Soemari Wongsopawiro, Sumariyadi, menjelaskan bahwa ayahnya pernah menjabat sebagai wali kota Solo pada tahun 1975 setelah berkarir di TNI. Dia juga menambahkan bahwa ayahnya memiliki tujuh orang anak.

Sumariyadi menceritakan bahwa alasan ayahnya dimakamkan di Kota Magelang adalah karena merupakan amanah atau wasiat sebelum meninggal dunia.

“Ayah saya berasal dari TNI, dan sebelum meninggal, beliau berwasiat untuk dikembalikan ke Kota Magelang. Terlebih lagi, beliau lahir di Kota Magelang, tepatnya di Kampung Trunan, Tidar Selatan,” jelasnya. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!