Terus Meningkat, Konsumsi Daging Guguk di Jogja Terbesar Kedua se-Jawa

BNews—JOGJAKARTA— Dog Meat Free Indonesia menyebut DI Jogjakarta menempati posisi kedua angka konsumsi daging anjing se-Jawa. Jual beli daging anjing di wilayah Bumi Mataram juga meningkat dan berdampak kepada angka konsumsi daging anjing yang ikut melonjak.

Humas Investigasi Dog Meat Free Indonesia (DMFI), Mustika C mengatakan, wilayah dengan konsumsi daging anjing paling masif se-Jawa ditempati oleh wilayah Soloraya. Sedang, wilayah Jakarta menempati posisi ketiga dengan konsumsi daging guguk terbanyak.

”Tahun ini, kemungkinan perdagangan anjing di wilayah DIJ bakal mengalami peningkatan. Dikarenakan tidak sedikit warung yang menjual daging anjing. Dari sebelumnya tidak ada menjadi ada,” kata Mustika, belum lama ini.

Berdasarkan pengamatan Mustika dan lembaganya di lapangan, penjualan daging anjing di wilayah DIY laku. Sebab, tidak sedikit peminat yang memang menjadikan daging anjing sebagai salah satu makanan sehari-hari.

”Terlebih, warung-warung tidak menyertakan nama jual beli daging anjing. Padahal semua warung harus menyertakan nama. Mereka (penjual) yang penting untung. Padahal daging anjing seharusnya tidak layak konsumsi. Dikhawatirkan ada transmisi penyakit rabies,” terangnya

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh lembaganya pada 2017, perdagangan anjing di wilayah DIJ mencapai 90 persen. Angka tersebut masuk dalam kategori besar.

”Penjualan anjing padahal berisiko tinggi dengan bermacam dampak yang bisa dihasilkan tidak hanya secara kesehatan, namun dampak yang lainnya. Terlebih, asal-usul anjing yang dikonsumsi kan tidak jelas, ya, darimana,” ucapnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Sementara itu, kasus penyelundupan hewan anjing sebanyak 78 ekor yang berhasil digagalkan oleh jajaran Polres Kulon Progo di wilayah Kapanewon Temon pada awal Mei 2021 lalu kini menemui babak baru. Kasus yang melibatkan dua tersangka tersebut segera disidangkan.

Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan kejaksaan negeri kabupaten Kulonprogo menyatakan berkas perkara dengan dua tersangka yakni Sugiatno, 49, warga Duren Sawit, Jakarta Timur, dan Suradi, 48, warga Sragen, Jawa Tengah, sudah lengkap dan segera disidangkan.

“Sudah P21 tapi belum menuju ke tahap II karena masih menunggu kesiapan Kejaksaan Negeri Kabupaten Kulon Progo,” tegas Jeffry. (ifa/han)

Sumber: iNews

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: