Tiga Orang Diamankan dan Satu Orang Buron Terkait Kasus Sabu di Mertoyudan

BNews—MUNGKID— Tiga orang diamakan dan satu orang buron terkait kasus Narkoba di Mertoyudan. Kasus ini berkat pengembangan dari tersangka yang diamankan oleh jajaran sat Narkoba Polres Magelang sejak tanggal 3 Juli 2019 lalu.

Kasat Narkoba AKP Andie Prasetyo pada rils Jumat 19 Juli 2019 mengatakan bahwa kasus ini bermula petugas mengamankan tersangka pengguna Narkoba jenis Sabu Martin Zuvalin beberapa waktu lalu. “Dari pengembangan kasus tersebut, kami petugas mengamankan dua orang perantara pemasok Sabu kepada Martin yakni Agus Nurul Asfan, 43 warga Ambartawang Mungkid bersama Susilo, 39 warga Bondowoso Mertoyudan,” katanya.

Advertisements


Untuk dua tersangka perantara ini berhasil diamankan awal Juli 2019 lalu. “Agus Nurul Aswan  ini berperan sebagai perantara jual beli Shabu antara Martin Zulvian dengan Susilo, Sedangkan Susilo menjadi perantara jual beli antara  Agus dengan Pendong yang masih buron,“ paparnya.

Dari pengakuan salah satu tersangka perantara yakni Susilo kepada petugas, bahwa dirinya mendapatkan barang haram tersebut dari orang yang bernama Pendong warga Banyurojo Mertoyudan. “Pelaku Susilo ini mengambil sabu dari Pundong dengan harga Rp.550.000,” terangnya.


Dalam penangkapan dua pelaku perantaran ini petugas berhasil juga mengamankan barang bukti berupa satu paket Shabu didalam plastik klip bening seberat  0.26 gram di bungkus kertas putih di dalam bungkus rokok Aroma, Hp merk XIOMI warna hitam milik tersangka Agus,  Hp merk LENUVO warna hitam milik tersangka Susilo, dan  Pipet Kaca yang berisi sisa Shabusisa di gunakan oleh Tersangka Agus Nurul Asfan dan Tersangka SUSIL. “Kedua orang ini diamankan di rumah Tersangka Susilo di Bondowoso Mertoyudan,” ungkapnya.

Dari hasil gelar perkara  maka tersaka diproses sesuai dengan hukum yang berlaku dengan penerapan Psl 114 ayat ( 1 ) UU RI No. 35 th 2009 tentang Narkotika. “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk di jual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika golongan I dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1 Miliar rupiah paling banyak Rp. 10 Milyar rupiah,”pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: