TOLONG…Bayi Asal Muntilan Harus BAB Lewat Mulut

BNews—MUNTILAN—Saat lahir, Abimanyu Ahsani Akbar terlihat normal seperti bayi biasanya. Sehat dan lucu menggemaskan. Namun ketika menginjak usia dua hari, dokter memvonis Abimanyu menderita penyakit Megacolon.

Perut Abimanyu kembung. Usus besarnya mengalami kelainan berupa pelebaran atau pembesaran abnormal. Beberapa sentimeter ususnya tidak memiliki saraf sehingga tidak memiliki kekuatan mendorong makanan dari saluran pencernaan menuju anus.

”Sejak umur sehari, Buang Air Besar (BAB) Abimanyu sudah tidak lancar. Hari kedua dilakukan rontgen dan diketahui mengalami gejala Magecolon,” kata ayah sang bayi, Akbar Fauzani, 25, warga Dusun Padan, Desa Keji, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Rabu (18/12).

BAB tidak lancar menyebabkan Abimanyu sering muntah berwarna kuning bersamaan dengan fases. Untuk mengurangi kembung, dokter Rumah Sakit ’Aisyiyah Muntilan memberikan obat melalui selang kecil yang dimasukkan dari mulut menuju lambung. Ia dirawat selama enam hari sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Tidar Kota Magelang untuk operasi.

”Hari Selasa tanggal 10 Desember 2019 kemarin, dioperasi. Dipasang selang di perut bawah sebelah kiri untuk buang hajat. Enam bulan setelah operasi diminta kembali lagi untuk dicabut selangnya,” kata suami dari Mita Aprilina, 23.

Ternyata pendapatan Fauzani sebagai sales buku dan driver ojek online tidak mampu menutupi  seluruh biaya persalinan, perawatan hingga operasi. Rinci dia, biaya operasi caesar sang istri mencapai Rp 7,5 juta, perawatan bayi Rp 5 juta dan operasi sebesar Rp 18 juta. Bahkan, ia masih menunggak biaya perawatan Rp 3 juta sehingga harus membuat surat pernyataan bermaterai.

”Sebenarnya saya tidak punya biaya sebesar itu. Jadi saya meminjam uang saudara dan teman-teman. Apalagi saya tidak bisa ngojek karena ponsel saya hilang di ruang tunggu ICU RSUD Tidar,” akunya.

Sang istri pun kemudian berinisiatif membuka donasi via online dengan nama https://kitabisa.com/campaign/ayobantuabimanyu . Total yang diperlukan kurang lebih Rp 50 juta. Uang tersebut nantinya digunakan untuk rawat inap, tindakan operasi, menebus obat dan PICU.

”Donasi saat ini baru ada Rp 1.177.593 dari target Rp 50 juta. Kami juga berjuang mendapatkan biaya tambahan untuk berobat dengan meminta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) karena belum memiliki BPJS Kesehatan,” terang dia.

Warga setempat yang mengetahui kondisi bayi Abimanyu pun langsung tergerak. Pemuda kampung sepakat meringankan beban dengan mencari sumbangan. Berbekal kardus bekas, mereka menyusuri deretan toko disepanjang pecinan Jalan Pemuda Muntilan hingga persimpangan Artos Mall mulai pagi hingga sore.

”Alhamdulillah dapat Rp 3,5 juta yang langsung diberikan kepada saya. Dan beberapa hari ini ada saja orang yang mulai perhatian ke Abimanyu. Tadi pagi ada warga Grabag yang datang ke rumah memberikan air zam-zam,” ucapnya.

Hingga kini, Fauzani mengaku masih sangat membutuhkan dukungan dan uluran tangan dari para dermawan untuk meringankan beban. Selain melalui laman kitabisa.com, donator bisa mendonasikan lewat rekening BCA 5485040274 atas nama Mita Aprilina.

”Kami ucapkan terima kasih dan kami juga berharap semoga Abimanyu bisa segera sembuh,” harap dia. (han/bn1)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: