Tanggap Darurat Merapi, Gedung Sekolah TK-SMA Siap Jadi Barak Pengungsian

BNews—SLEMAN— Pemerintah Kabupaten Sleman merencanakan penggunaan gedung sekolah untuk dijadikan barak pengungsian warga lereng Gunung Merapi. Sekolah yang akan persiapkan yakni sejumlah 30, mulai dari jenjang TK hingga SMA atau madrasah.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Ery Widaryana mengatakan, rencana sekolah difungsikan menjadi barak pengungsian merupakan usulan dari BPBD setempat. Pihaknya telah mempersiapkan sedikitnya 30 sekolahan.

”Dari 30 sekolah tersebut, 12 diantaranya terletak Pakem, sebelas di Cangkringan, lima di Ngemplak dan dua di Turi,” kata Ery, Selasa (17/11).

Ery menjelaskan, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di masing-masing kecamatan sudah menindaklanjuti untuk fasilitasi. Sebelum difungsikan menjadi barak, diharapkan sudah ada nota kesepahaman antara sekolah dan pemerintah desa.

Poin kesepakatan itu diantaranya mengatur tentang ruang yang bisa digunakan, penanganan keamanan aset dan sanitasi. Mengingat, tidak semua ruangan seperti ruang penyimpanan aset dan kantor kepala sekolah dapat dialihfungsikan menjadi barak.

”Pada dasarnya, kami mendukung penggunaan gedung sekolah untuk barak. Di sekolah pun sudah lengkap sarana protokol kesehatannya seperti wastafel dan MCK,” kata Ery.

Ia mengungkapkan, dedung sekolah bisa digunakan sebagai barak sepanjang dibutuhkan selama periode tanggap darurat bencana. Namun sejauh ini, baru ada satu sekolah yang dijadikan barak yakni SD Muhammadiyah Cepitsari yang lokasinya bersebelahan dengan barak Glagaharjo di Kapanewon Cangkringan.

Loading...

”Alternatif barak dipetakan untuk antisipasi apabila daerah rawan bencana diperluas hingga radius sembilan kilometerm. Kami juga sudah meminta laporan kepada UPTD di Kecamatan Cangkringan, Pakem dan Turi terkait data siswa yang tinggal di kawasan rawan bencana,” ungkapnya.

Sementara itu terkait pelaksanaan kegiatan belajar di tempat pengungsian, Ery menyebut tidak ada kendala. ”Siswa justru terbantu karena di lokasi barak disediakan fasilitas WiFi yang memadai serta penerapan pemakaian masker, mencuci tangan serta menjaga jarak,” (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: