Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » UMKM Jateng Sumbang Rp22 Triliun Investasi 2025, Daya Tahan Saat Krisis Jadi Sorotan

UMKM Jateng Sumbang Rp22 Triliun Investasi 2025, Daya Tahan Saat Krisis Jadi Sorotan

  • calendar_month 39 menit yang lalu

BNews-JATENG – Keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan investasi di Jawa Tengah. Pada tahun 2025, sektor UMKM tercatat menyumbang sekitar 20 persen dari total realisasi investasi yang masuk ke wilayah Jawa Tengah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan realisasi investasi di Jawa Tengah sepanjang 2025 mencapai Rp110 triliun. Dari jumlah tersebut, kontribusi sektor usaha mikro dan kecil mencapai Rp22 triliun.

“Pada 2025, realisasi investasi di Jateng mencapai Rp110 triliun, dari jumlah itu sumbangan dari usaha mikro kecilnya Rp22 triliun,” kata Sakina Rosellasari saat meninjau kegiatan UMKM Grande 2026 di Atrium Pollux Mall Paragon, Kota Semarang, Senin (11/5/2026).

Menurut Sakina, sektor UMKM terbukti memiliki daya tahan kuat dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Ketangguhan tersebut terlihat jelas saat masa pandemi Covid-19 ketika banyak sektor ekonomi mengalami tekanan.

“Ini menggambarkan bahwa mikro kecil kuat dan stabil sebagai penopang investasi di Jawa Tengah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ketahanan UMKM tidak hanya terjadi pada satu bidang usaha saja, tetapi merata di berbagai sektor seperti pangan, retail, hingga kerajinan tangan atau handycraft.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap nilai investasi sektor UMKM pada tahun 2026 dapat terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, juga turut meninjau sejumlah stan UMKM yang mengikuti pameran UMKM Grande 2026. Ia terlihat mencoba berbagai produk unggulan yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut.

Salah satu pengunjung, Asnawi Hasan, mengaku terkesan dengan konsep UMKM Grande 2026 yang digelar di pusat perbelanjaan modern.

“Acaranya luar biasa. Selain pameran, ada workshop, sangat bermanfaat untuk pensiunan seperti saya,” katanya.

Asnawi mengatakan, di usia 73 tahun dirinya masih ingin terus belajar dan melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Ia mengaku memperoleh banyak pengalaman baru, terutama dari materi workshop mengenai tanaman yang dinilainya sangat lengkap.

Sebagai informasi, UMKM Grande 2026 merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah dengan menghadirkan UMKM unggulan binaan Bank Indonesia Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 7 hingga 11 Mei 2026.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menjelaskan sebanyak 75 UMKM yang mengikuti kegiatan tersebut telah melalui proses kurasi ketat berdasarkan kualitas dan kesiapan memasuki pasar yang lebih luas, termasuk pasar ekspor.

“Ada sekitar 75 UMKM yang sudah kita kurasi. Produknya beragam, mulai dari fesyen, wastra, kerajinan, home decor, furnitur, hingga kopi,” kata Noor Nugroho.

Ia menambahkan, proses kurasi dilakukan dengan mempertimbangkan konsistensi usaha, kapasitas produksi, serta kualitas produk agar mampu memenuhi standar pasar ekspor. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less