UNESCO Dukung Industri Kreatif Muda di Borobudur

BNews-BOROBUDUR— Desa Karanganyar Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang kental akan industri gerabahnya. Untuk memacu semangat anak muda digelar acara Program Pemberdayaan Anak Muda Kreatif Indonesia Melalui Dukungan Kolaborasi UNESCO – Citi Indonesia (30/10).

 

Bertempat di Galeri Komunitas Desa Karanganyar Kecamatan Borobudur hadir Kabid Ekonomi Bappeda Kabupaten Magelang Amirudin Z. Acara dengan mengangkat tema Kita Muda Kreatif bermaksud untuk mengajak maju bersama dalam karya dan menyasar anak muda sebagai creator atau pelaku dalam industri kreatif.

 

“Beberapa tahun terkahir geliat industri di wilayah Magelang khususnya Kecamatan Borobudur memang semakin meningkat maka dari itu pemasaran keluar dan pendampingan agar produk lebih layak jual akan kita bantu,” ungkap Amirudin Z.

“Pemasaran kita harapkan lebih luas lagi setelah kita damping nantinya,” harapnya.

Untuk kedalam selama ini ketika para pengrajin kurang mengikuti trend saat ini atau belum mampu mengimbangi kebutuhan trend pasar saat ini.”Maka dari itu anakmuda dituntut menjadi bagian industri kreatif ini, dimanaterobosoan baru tentang suatu produk bisa tercimpta,” terangnya.

“Inovasi baru sangat dibutuhkan untuk mengikuti trend masa kini mulai dari industri kerajinan, kuliner dan lain sebagainya biasanya anak muda yang memiliki ide ide cemrlang,” tegasnya.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya peningkatan perekonomian melalui anak muda,dimana mereka berada di daerah sekitar salah satu situs warisan dunia yakni Borobudur. Bersama UNESCO berkolaborasi dengan Citi Indonesia melaksanakan program Youth Economy Empowerment in Indonesia’s Heritage Sites, through Capacity Building and Sustainable Tourism.

Program ini diselenggarakan melalui promosi industri kreatif dan pengembangan produk berbasis budaya di sejumlah wilayah Indonesia. Setelah merampungkan survei di Provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah, yaitu di Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, Magelang dan Klaten.

“UNESCO Jakarta melanjutkan kegiatan pendampingan pengembangan usaha kepada komunitas-komunitas anak muda di empat kabupaten/kota tersebut, yang bekerja di bidang ekonomi kreatif, produk kebudayaan, dan warisan budaya tak jauh beda,” ungkap Senior Vice President, Country of Head Corporate Affairs Citi Indonesia, Elvera N Makki.

“Pendampingan ini juga focus ke Bisnis Development, Literasi Keuangan, dan Branding, hal tersebut menjadi pengetahuan dasar dalam menjalankan suatu bisnis industri kreatif,” pungkasnya. (bsn)

Baca Juga :

BERITA TENTANG INDUSTRI DI MAGELANG

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: