Untidar Magelang Panen Ayam di Bandongan Teaching Farm
- calendar_month Kam, 5 Jun 2025

Rektor Untidar Magelang, Sugiyarto melakukan peninjauan panen ayam di Bandongan Teaching Farm Universitas Tidar, Rabu (4/6/2025). (foto: Humas Untidar)
BNews–MAGELANG– Rektor Universitas Tidar (Untidar) Magelang, Sugiyarto, didampingi Plt. Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Astuty dan Kepala Unit Pengelola Usaha (UPU), Jalu Aji Prakoso melakukan peninjauan panen ayam di Bandongan Teaching Farm Universitas Tidar, Rabu (4/6/2025).
Kegiatan panen tersebut merupakan bagian dari program kolaborasi antara Untidar dan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN).
Program ini mengusung model kerja sama bagi hasil, di mana pihak mitra menyediakan ayam, pakan, dan obat, sementara Untidar menyediakan fasilitas kandang dan tenaga pemeliharaan.
Jalu menjelaskan, proses persiapan dan pemeliharaan ayam dilakukan selama dua bulan. “Secara teknis, memang ada kendala kecil, tetapi secara keseluruhan fundamental kegiatan ini berjalan lancar,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa ayam-ayam yang dipelihara sudah dapat dipanen mulai usia 35 hari dengan bobot rata-rata 2,2 kg per ekor. Saat ini sudah memungkinkan untuk dilakukan pengambilan harian maupun panen raya.
Dari sisi teknis, perwakilan Technical Service PT Charoen Pokphand Indonesia, Ainurrafiq mengungkap, periode panen raya biasanya berlangsung setiap 35 hingga 38 hari. Untuk pasar lokal seperti Magelang dan sekitarnya, ayam dengan bobot 1,2 kg hingga 2,2 kg menjadi standar, sementara bobot di atas itu umumnya dipasarkan ke luar kota.
Pengambilan ayam bisa menggunakan mobil kecil (5–7 kwintal) atau truk besar hingga 3,5 ton tergantung kebutuhan mitra. “Kerja sama antara PT Charoen Pokphand Indonesia dan Untidar tidak hanya soal bisnis. Tetapi kami juga menekankan transfer pengetahuan kepada mahasiswa dan pengelola kampus,” ujarnya.
Ia memaparkan, Teaching Farm Untidar telah menggunakan sistem kandang close house untuk meminimalkan gangguan dari luar. Serta menerapkan standar biosecurity dan sanitasi tinggi demi menjaga kesehatan ternak. Sejak awal kemitraan, tingkat mortalitas ayam berhasil ditekan sesuai standar CPIN, yakni di bawah 3%.
“Ini membuktikan bahwa sistem pemeliharaan di Untidar sudah berjalan sesuai kaidah industri peternakan modern,” tambahnya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 7



Saat ini belum ada komentar