Video Widodo Redmi Viral, Ternyata Ini Sosok Pria Menggemaskan Tersebut

BNews—JOGJAKARTA— Viral sejumlah video di berbagai media sosial seperti TikTok, Instagram dan Twitter beberapa waktu terakhir ini. Dimana video-video tersebut menampilkan seorang lelaki lemah gemulai nan feminin seperti perempuan yang disapa oleh sopir truk.

Ternyata sosok pria tersebut berasal dari Gunungkidul Yogyakarta. Videonya juga banyak diunggah di akun Instagram milik teman pria tersebut yang bernama @andangkorniawan.

Banyak netizen gemas hingga berhasil membuat tertawa terbahak-bahak akan aksi kocak pria tersebut. Dan sekarang pria tersebut mendapat julukan Widodo Redmi.

Salah satu hal yang membuat Widodo Redmi viral karena ia hobi menggunakan make-up terutama di bagian alis.

Bahkan, dirinya sempat menunjukkan alis matanya yang dikerok agar bisa dipertebal dengan menggunakan pensil alis.

Berdasarkan pantauan pada akun Instagram @andangkorniawan, salah satu video Widodo Redmi yang paling banyak ditonton adalah ketika dia menyanyikan lagu dangdut di dalam truk. Dengan gayanya menyanyinya yang kocak membuat video tersebut telah ditonton lebih dari 198.731 kali.

”Lagi ngapain kalian,” kata Widodo dalam video tersebut.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Kedua orang tua Widodo Redmi pun mengaku tak tahu menahu jika sang anak viral di media sosial. Pasalnya, selama ini anaknya yang bernama asli Ilham Widodo itu lebih banyak di rumah daripada bergaul dengan teman-temannya.

”Enggak tahu, kok terkenal. Apalagi saya yang hanya petani tidak tahu HP (handphone) itu bagaimana”, kata ayah Widodo Redmi, Sarijo, seperti dikutip Suara, Selasa (8/12).

”Biasanya selalu di rumah. Jarang pergi main, kalau pergi, ya, ikut truk Mas Andang,” tambah dia.

Karena kebanyakan tinggal di rumah, Sarijo bercerita bahwa Widodo Redmi itu lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja seperti ibu rumah tangga; yakni memasak, mencuci baju, hingga membersihkan rumah.

Selain itu, sang anak juga sering membuat kerajinan dari bunga kering dari kulit jagung maupun plastik bekas atau botol bekas. Bunga kering tersebut kini terpajang rapi di sudut rumahnya dan tak dijual.

”Ya seperti itu setiap hari. Wong diminta ke sawah pasti enggak mau,” beber Sarijo. (lub/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: