Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Viral Emak-emak Pungut Sayur Sisa di Pasar, Alasannya Bikin Netizen Terdiam

Viral Emak-emak Pungut Sayur Sisa di Pasar, Alasannya Bikin Netizen Terdiam

  • calendar_month Ming, 11 Jan 2026

BNews-NASIONAL– Sebuah video yang memperlihatkan aksi emak-emak memungut sayur sisa di pasar tradisional mendadak viral dan menjadi perbincangan netizen di media sosial.

Aksi ini kemudian menuai respons beragam dari publik setelah potongan videonya dibagikan luas di platform TikTok.

Dalam video tersebut, terlihat seorang perempuan paruh baya mengambil sayuran berserakan di lantai area jual beli, kemudian membawa pulang untuk dimasak.

“Saya ambil sayur yang jatuh karena masih layak dimakan,” ujar perempuan yang terekam dalam video viral itu.

Aksi emak-emak ini sontak menuai berbagai komentar dari netizen. Banyak yang terkejut sekaligus mengapresiasi, menyebut bahwa tindakan tersebut menggambarkan kreativitas dan kesadaran akan nilai makanan yang tidak boleh terbuang sia-sia.

Tidak sedikit warganet yang menganggap perilaku itu sebagai bentuk kurangi pemborosan dan memanfaatkan makanan yang masih layak konsumsi.

“Bikin melongo! Tapi ini cerminan rasa syukur atas rezeki kecil yang tak semestinya dibuang,” tulis salah satu komentar netizen di media sosial.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Beberapa komentar juga mengingatkan pentingnya kesadaran konsumen dan pedagang pasar agar lebih teliti dalam menjaga kebersihan dan menata sayuran agar tidak terbuang atau terinjak.

Sementara itu, sebagian netizen lain juga menyatakan bahwa video ini membuka obrolan tentang ketimpangan sosial dan ekonomi di masyarakat.

Meski viral di media sosial, video aksi emak-emak tersebut justru banyak mendapatkan dukungan dari netizen luas. Banyak yang memuji keteguhan hati sang ibu yang tidak ingin sayur yang masih layak dimakan berakhir menjadi sampah.

Fenomena ini kemudian memicu diskusi publik tentang pengelolaan makanan, nilai kegunaan serta upaya mengurangi sampah makanan di komunitas pasar tradisional. (*)

About The Author

Embed HTML not available.
  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less