Viral Isu Update WhatsApp Bisa Sadap HP, Ini Penjelasan Tegas Pakar Keamanan!
- calendar_month Kam, 30 Okt 2025

Update Aplikasi WhatsApp
BNews—NASIONAL— Belakangan ini viral di media sosial narasi yang menyebutkan bahwa pembaruan WhatsApp melalui notifikasi dapat membuat perangkat pengguna disadap.
Isu ini ramai diperbincangkan karena banyak warganet yang khawatir ponselnya akan diretas jika menekan tautan tersebut.
Menanggapi hal itu, pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, memberikan penjelasan tegas terkait kabar yang beredar.
“Beredar informasi modus penipuan update WhatsApp. Katanya ‘bentuknya seperti update notifikasi dari WhatsApp’, namun tidak diberikan bukti kapan dan dari mana notifikasi tersebut muncul,” jelas Alfons melalui unggahannya di Instagram.
Kabar tersebut, lanjut Alfons, menimbulkan kepanikan di kalangan pengguna internet. Meski sebagian orang memahami bahwa informasi itu tidak benar, tak sedikit pula yang sempat termakan hoaks tersebut.
Alfons menegaskan, sistem operasi Android modern telah memblokir semua aplikasi yang berasal dari luar Play Store sejak tahun 2017.
Setahun kemudian, Google juga memperkuat sistem keamanan dengan menambahkan fitur Play Protect yang berfungsi; untuk memindai dan menyaring aplikasi berbahaya sebelum dipasang di perangkat pengguna.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Untuk memastikan fitur tersebut aktif, Alfons membagikan langkah mudah yang bisa dilakukan pengguna Android.
“Untuk mengaktifkan Play Protect, pergi ke Settings, kemudian ketik ‘Play Protect’ di kolom pencarian. Akan muncul App security (Security and privacy), lalu klik ‘Google Play Protect’,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengguna dapat melihat status keamanan perangkat mereka di halaman tersebut.
“Akan terlihat bahwa Google Play Protect aktif melindungi ponsel Anda. Tidak perlu takut berlebihan. Pastikan saja Anda tidak pernah instal aplikasi dari luar Play Store, Anda akan aman,” tegas Alfons.
Dengan demikian, narasi tentang update WhatsApp yang bisa menyadap ponsel terbukti tidak benar.
Pakar mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi digital dan selalu memastikan sumbernya terpercaya sebelum mempercayai atau membagikannya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar