Viral Kericuhan di Jembatan Ngembik Magelang, Polisi Selidiki Motifnya
- calendar_month Kam, 19 Feb 2026

ilustrasi kericuhan para pemuda di Jembatan Ngembik Magelang
BNews-MAGELANG – Aparat kepolisian tengah menyelidiki insiden kericuhan yang terjadi di kawasan Jembatan Ngembik, Rabu (18/2) sore. Peristiwa yang sempat viral di media sosial tersebut diduga melibatkan sejumlah orang yang berlarian hingga memicu kegaduhan di lokasi.
Kasat Reskrim Polres Magelang Kota AKP Iwan Kristiana menyebut, kejadian berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB. Petugas langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan klarifikasi terhadap sejumlah saksi.
“Dari hasil penyelidikan awal, ada beberapa orang yang diduga berlari-larian kemudian terjadi kericuhan,” ujar dia di kantornya, Kamis (19/2).
Hingga kini, polisi belum dapat memastikan motif maupun bentuk pasti kejadian tersebut. Proses penyelidikan masih difokuskan pada pengumpulan keterangan dan barang bukti guna memperjelas konstruksi peristiwa.
Iwan menjelaskan, insiden ini terjadi pada awal Ramadan, periode yang kerap diwarnai peningkatan aktivitas masyarakat; khususnya saat ngabuburit dan menjelang sahur. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Ia pun mengimbau masyarakat, terutama para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi melanggar hukum.
“Jangan sampai anak-anak terlibat tawuran, perang sarung, atau kegiatan lain yang bisa mengganggu ketertiban umum,” katanya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Sementara itu, Kabag Ops Polres Magelang Kota Kompol Rinto Sutopo menegaskan bahwa kejadian di Ngembik menjadi indikator perlunya peningkatan patroli selama Ramadan.
Patroli akan difokuskan pada waktu-waktu krusial, terutama saat ngabuburit di sore hari serta menjelang hingga setelah sahur pada malam hari. “Jika diperlukan, kami juga menempatkan personel di lokasi tersebut,” jelas dia.
Menurutnya, pengamanan tidak hanya dilakukan pada sore hari, tetapi juga diperluas hingga malam dan dini hari, khususnya pada jam-jam rawan menjelang dan setelah sahur. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kejadian yang kerap berulang setiap tahun, seperti perang sarung dan tawuran remaja.
Selain potensi tawuran, polisi juga menyoroti penggunaan petasan, kembang api, serta balon udara yang kerap muncul selama Ramadan hingga Idulfitri. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan dan mengganggu ketertiban umum.
“Petasan menjadi salah satu fokus pengawasan kami. Kami berharap masyarakat tidak menyalakan petasan maupun balon udara yang bisa menimbulkan risiko,” bebernya.
Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu kamtibmas.
“Harapannya seluruh wilayah Kota Magelang tetap kondusif, sehingga masyarakat bisa beribadah dengan khusyuk dan merasa aman,” tuturnya. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2




Saat ini belum ada komentar