Viral Pria Ini Pamer Bergepok Uang Hasil 2,5 Tahun Berhenti Merokok

BNews—NASIONAL— Seorang pria menuai sorotan publik usai membagikan pengalamannya berhenti merokok. Bagaimana tidak, ia berhasil mengumpulkan uang hingga bergepok-gepok yang jika ditotal jumlahnya mencapai puluhan juta rupiah.

Momen tersebut dibagikan Imam Dermawan lewat akun @immdermaone di TikTok pada Rabu (23/6). Dalam video berdurasi kurang dari semenit ini, Imam tampak memamerkan bergepok-gepok uang pecahan Rp2 ribu-Rp20 ribu.

Imam menceritakan bahwa dirinya telah berhenti merokok kemudian mengumpulkan uangnya. Tampak bergepok-gepok uang yang diikat dengan karet dikumpulkan oleh Imam, dimasukkan ke dalam plastik.

”Hasil berhenti ngerokok selama 25 tahun. Dikumpulkan sebanyak ini uang. Mari kita tukarkan,” canda Imam dalam keterangan video. Diduga sebenarnya ia berhenti merokok selama 2,5 tahun.

Setelah dikumpulkan perseratus lembar, Imam langsung membawa uang tabungan tersebut untuk dimasukkan ke rekening. Ia pun memperlihatkan saat-saat mengantre di bank daerah Pontianak, Kalimantan Barat.

Dalam video lain, Imam membeberkan total uang yang berhasil ditabung olehnya selama berhenti merokok. Ia kemudian menunjukkan struk dari bank, memperlihatkan jumlah uangnya adalah Rp10,9 juta.

’Seandainya gak berhenti merokok, gak mungkin dapat nabung segini banyak,” jelasnya.

Uang hasil menabung rokok ini kemudian digunakan Imam untuk membelikan ayahnya HP baru. Sementara sisa uangnya adalah untuk menambah biaya renovasi kontrakan.

”Dan beli rokok. Buat tukangnya,” kelakar dia

Kini unggahan tersebut pun viral, ditonton hingga lebih dari 19,4 juta kali dan disukai oleh lebih dari 1,7 juta orang. Beragam komentar diberikan warganet, kebanyakan yang merasa salut.

@immdermaone

Meroko dapat membunuhmu

♬ Walking in the Wind – One Direction

”Sehat pangkal kaya,” kata @matchamulah.

”Proud of you,” sambung @xyvinnnn.

”Daripada ngerokok sama aja bakar duit, ye, kan,” ujar @planetarium50. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: