Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Viral Tagar September Hitam! Ini Arti dan Tragedi Kelam di Baliknya

Viral Tagar September Hitam! Ini Arti dan Tragedi Kelam di Baliknya

  • calendar_month Sen, 1 Sep 2025

BNews—NASIONAL— Di tengah maraknya gelombang demonstrasi di Indonesia, muncul tagar September Hitam yang viral di media sosial.

Namun, banyak netizen masih bertanya-tanya mengenai arti dan makna istilah ini. Apakah benar ada kaitannya dengan aksi demonstrasi yang berlangsung saat ini?

Sebuah unggahan di akun Instagram @kamisanmajene menampilkan latar hitam dengan tulisan besar “SEPTEMBER HITAM”.

Bulan ini adalah saksi, ia adalah penanda banyaknya tetesan darah yang menjadi korban dan dikorbankan. kemenangan itu akan kita rebut kembali, jaga kawan, jaga warga, kawan bantu kawan, warga bantu warga. SOLIDARITAS UNTUK SELURUH KORBAN!,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Istilah September Hitam kemudian menjadi tema demonstrasi hari ini di Yogyakarta. Lantas, apa sebenarnya arti dan makna dari September Hitam?

Arti September Hitam dan Deretan Peristiwa Kelam

Secara historis, September Hitam adalah istilah yang digunakan untuk mengenang sejumlah peristiwa kelam yang terjadi di bulan September dalam sejarah Indonesia. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Gerakan 30 September (G30S)

Pada 30 September 1965, tujuh perwira tinggi TNI AD menjadi target penculikan, yaitu Jenderal Ahmad Yani, Letjen Raden Suprapto, Letjen S. Parman, Letjen MT Haryono, Mayjen DI Panjaitan, Mayjen Sutoyo Siswomiharjo, dan Kapten Pierre Tendean.

Mereka dibunuh dan jasadnya dibuang di Lubang Buaya. Sementara Jenderal A.H. Nasution selamat karena kelompok penculik salah mengira ajudannya, Pierre Tendean, sebagai dirinya.

  1. Tragedi Tanjung Priok

Pada 12 September 1984, ribuan warga melakukan protes di Koramil Tanjung Priok menuntut pembebasan jamaah masjid yang sebelumnya ditangkap aparat.

September Hitam_Foto AI Borobudur News
September Hitam_Foto AI Borobudur News

Tanpa diduga, pasukan TNI mengepung massa dan melakukan penembakan secara membabi buta. Ratusan orang tewas dan luka-luka dalam tragedi ini.

  1. Tragedi Semanggi II

Pada 24 September 1999, mahasiswa turun ke jalan menolak UU Penanggulangan Keadaan Bahaya (PKB) yang dinilai memberi ruang besar bagi militer.

Bentrokan pecah dan aparat menembaki mahasiswa. Belasan korban meninggal, termasuk Yun Hap, mahasiswa Universitas Indonesia.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
  1. Tragedi Pembunuhan Munir

Pada 7 September 2004, aktivis HAM Munir Said Thalib meninggal dunia dalam penerbangan Garuda Indonesia GA-974 menuju Amsterdam.

Ia diracun arsenik yang diduga dicampurkan ke dalam makanan atau minuman selama penerbangan. Kasus ini hingga kini masih meninggalkan tanda tanya besar.

  1. Aksi Demo #ReformasiDikorupsi

Puncaknya pada 28–30 September 2019, ribuan mahasiswa melakukan aksi menolak RKUHP dan revisi UU KPK. Aksi tersebut diwarnai bentrokan dengan aparat, hingga menyebabkan jatuhnya korban luka dan meninggal dunia.

  1. Kasus Penculikan dan Pembunuhan Salim Kancil

Pada 26 September 2015, petani sekaligus aktivis lingkungan asal Lumajang, Jawa Timur, Salim Kancil dibunuh secara brutal karena menolak penambangan pasir ilegal di Pantai Watu Pecak.

Sejumlah pelaku, termasuk mantan kepala desa setempat, divonis hukuman penjara atas kasus ini.

Simbol Solidaritas dan Peringatan

Tagar September Hitam kini dipakai sebagai simbol solidaritas untuk mengingat seluruh korban kekerasan, pelanggaran HAM, hingga tindakan represif yang terjadi di bulan September.

Istilah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa sejarah kelam bangsa tidak boleh dilupakan, melainkan harus menjadi pelajaran untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan. (*)

About The Author

  • Penulis: Purba Ronald

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less