Vita Ervina Ajak Pemangku Kepentingan Melindungi dan Menyelamatkan TNGM
- calendar_month Rab, 16 Nov 2022

Diskusi Interatif “Menyelamatkan Kawasan Konservasi dan Lingkungan Hidup Bersama Masyarakat di Balai Pertemuan Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Rabu (16/11/2022).
BNews—MAGELANG— Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Vita Ervina mengajak para pemangku kepentingan lintas sektoral untuk melindungi dan menyelamatkan Kawasan Konservasi dan Lingkungan Hidup Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).
Hal itu disampaikannya usai Diskusi Interatif “Menyelamatkan Kawasan Konservasi dan Lingkungan Hidup Bersama Masyarakat di Balai Pertemuan Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang pada hari ini, Rabu (16/11/2022).
Vita Ervina mengungkapkan bahwa maksud dilaksanakannya diskusi interatif tersebut untuk membuka forum bersama stakeholder terkait. Dengan tujuan untuk melindungi dan menyelamatkan Kawasan Konservasi dan Lingkungan Hidup TNGM bersama masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan lintas sektoral.
”Saya berharap dengan kesepakatan, semua dengan peran masing-masing agar memiliki tekad bersama untuk menyelamatkan dan melindungi TNGM,” ujar dia.
Vita menyebut, DPR menyiapkan RUU KSDAE atas revisi UU No. 5 tahun 1990 sudah ditetapkan sebagai UU usulan DPR dalam tahap pembahasan dengan Pemerintah. Mengatur dan memperkuat tata Kelola konservasi hutan dalam rangka melindungi SDA dan ekosistemnya, yang lebih sistematis dan relevan menciptakan kawasan konservasi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
”Diharapkan dengan dialog interatif ini ada satu tujuan, satu kesepahaman untuk menyelamatkan dan melindungi TNGM,” harapnya.
Kepala Balai TNGM, Karyadi menyebut bahwa sekitar 50 hektar lahan dari 6.607 hektar kawasan Gunung Merapi yang masuk dalam TNGM mengalami kerusakan. 50 hektar lahan yang rusak tersebut berada di wilayah Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.
”Dari data analisa kita, kerusakannya sekitar 50 hektar dari luasan kawasan TNGM sekitar 6.607 hektar. 50 hektar lahan itu berada di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang,” ujarnya.
Dia menyebut, pihaknya sudah melakukan upaya pencegahan kerusakan kawasan TNGM. Diantaranya patroli pencegahan dan koordinasi dengan pihak terkait. Selain itu juga melaksanakan dialog interatif dengan multi stakeholder. (mta)
About The Author
- Penulis: BNews 7



Saat ini belum ada komentar