Wagub Taj Yasin Terjun ke Sungai Kumpulkan Sampah

BNews—REMBANG— Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama ratusan warga turun ke Kali Sanged di Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang. Gus Yasin terjun langsung membersihkan kali karena prihatin dengan kondisinya saat ini.

Kali Sanged beberapa pekan terakhir ramai diperbincangkan. Bukan tentang keelokan. Namun karena kondisinya yang mulai kotor. Berbagai jenis sampah terlihat menumpuk hingga mengganggu aliran kali.

Padahal, bagi Taj Yasin, kali yang melintasi Desa Karangmangu memiliki kenangan tersendiri. Selain lahir di desa tersebut, ia semasa kecil sering mandi di kali yang sempat menjadi primadona bagi warga sekitar.

”Dulu sungai ini bersih. Setelah main bola sore hari kami sering mandi di sungai. Orang tua kita waktu itu mengajarkan untuk menjaga dan peduli kebersihan,” kata Taj Yasin disela memungut sampah bersama warga, santri dan instansi terkait, Jumat pagi (10/1).

Wadah Kali Sanged beberapa tahun terakhir sudah mengalami perubahan. Dulunya difungsikan untuk aktivitas mencuci dan mandi dan kini menjadi tempat membuang sampah hingga limbah rumah tangga seperti kantong plastik. Akibatnya daerah tersebut sering dilanda bencana banjir. Air kali meluap hingga ke permukiman warga.

”Saya berharap nanti kalau ke pasar kembali seperti dulu. Ke pasar bawa tas atau wadah sendiri,” pesan putra almarhum kiai kharismatik Maimoen Zubair itu.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Loading...

Selama dua jam membersihkan kali, Taj Yasin berhasil mengumpulkan berbagai jenis sampah nyaris satu ton beratnya. Tepatnya 982 kilogram. Meliputi 222 kilogram sampah organik dan 760 kilogram anorganik. Tumpukan sampah itu mula-mula dipungut tepi kali. Kemudian Gus Yasin bersama Camat Sarang Muttaqin mengambil sampah hingga ke tengah kali menggunakan perahu kecil.

”Saya berharap jika sampah bisa dikurangi. Kalau normalisasi sudah dilaksanakan bisa menjadi wisata juga menjadi sumber air bersih untuk masyarakat sekitar. ’Ning aku njaluk’, masyarakat harus mulai budaya menempatkan sampah pada tempatnya. Dipilah,” pintanya.

Menurut salah satu warga Desa Karangmangu, Ahmad Kholid, ratusan kilogram sampah di Kali Sanged berasal dari sampah rumahan. Baik dari Desa Karangmangu hingga sampah kiriman dari desa di sekitar hulu dan hilir kali tersebut.

”Dulu pernah ada normalisasi dari Pemerintah Rembang. Dan persoalan sampah sudah teratasi. Tetapi kembali kekebiasaan warga membuang sampah ke sungai hingga aliran menuju muara terhambat,” terangnya. (lhr/han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: