IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Warga Demo Tuntut Dua Perangkat Desa Selingkuh Mundur atau Dipecat

BNews—UNGARAN— Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan warga di Desa Bantal Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang menuntut oknum sekdes dan perangkat desa mundur karena dugaan perselingkuhan digelar, kemarin (9/12). Warga geram dengan tindakan asusila yang meresahkan warga

Aksi unjuk rasa itu dilakukan oleh warga di halaman Balai Desa Bantal. Dengan membentangkan spanduk berisikan tuntutan, mereka ingin oknum kepala desa dan salah satu perangkatnya mundur atau dipecat.

Koordiantor aksi, Yusuf Nugroho mengatakan ada dugaan secedes dan perangkat desanya menjalin asmara terlarang. Bahkan, hubungan itu sudah berlangsung satu bulan.

“Kami membutuhkan figur perangkat desa yang bisa menjadi panutan. Dengan perbuatan mereka, jelas menjadikan nama desa tercoreng. Kami meminta agar pemerintah desa mencopot jabatan Sekretaris Desa dan Kasi Pemerintahan Desa Bantal, karena telah melakukan perselingkuhan,” kata Adi seprti dikutip ungarannews.

Menurutnya, warga mengkhawatirkan jika pemerintah desa tidak tegas akan berimbas kepada penegakkan hukum di desa Bantal. Kejadian serupa akan berulang di kemudian hari tanpa ada sanksi maupun proses hukum.

Warga berharap Camat Bancak membuat surat berita acara pemberhentian, agar situasi di Desa Bantal kondusif. Kasus ini mencuat setelah keduanya diduga berselingkuh di Hotel Ungaran Cantik. Pihak Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) memutuskan bahwa yang bersangkutan diberi kesempatan untuk bekerja kembali dan diberi surat pernyataan akan memperbaiki sikapnya.

Adi menyayangkan musyawarah di tingkat kecamatan tidak memberikan kesempatan dari pihak warga untuk berembuk atau menyampaikan keberatan atas keputusan tersebut.

Loading...

“Masyarakat Desa Bantal tidak bisa menerima keputusan dari Kecamatan Bancak karena tidak sesuai dengan Perda (Peraturan Daerah, red) Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa Pasal 10 Huruf E bahwa ada larangan perangkat desa huruf e tindakan meresahkan masyarakat di penjelasan pasal melakukan tindakdan asusila diberikan sanksi seusai perundangan yang berlaku atau diberhentikan bukanya sanksi administrasi hanya surat peringatan atau SP,” tegasnya.

Ketua BPD Bantal Zumri menyampaikan bahwa Kades Bantal telah melakukan koordinasi dengan BPD Bantal. Hasilnya, diputuskan bahwa dua perangkat desa yang selingkuh harus mundur atau dipecat. Namun, menurut Zumri, hingga saat ini Kepala Desa belum menindaklanjuti keputusan tersebut.

Kepala Desa (Kades) Bantal Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang, Suparman belum bisadikonfirmasi karena saat akan berdialog dengan warga yang mendatangi kantornya, Senin (8/12/2019) siang, ia mendadak pingsan karena sakit. (wan/jar)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: