Pantangan Masyarakat Jawa Saat Malam 1 Suro, ini Penjelasannya

BNews—NASIONAL—Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1442 Hijriah jatuh pada Kamis, 20 Agustus 2020. Umumnya, malam menjelang 1 Muharam oleh masyarakat Jawa disebut juga dengan malam 1 Suro.

Mitosnya malam 1 Suro konon merupakan Lebarannya makluk gaib. Tak hanya itu, banyak mitos lain yang menyelimuti Malam Satu Suro ini.

Berikut ini beberapa mitos malam 1 Suro, yang dikutip Borobudur News dari berbagai sumber.

Tidak Boleh Pindah Rumah

Sebagian orang percaya untuk tidak melakukan pindahan rumah ketika malam 1 Suro lantaran dianggap bukan hari baik. Pantangan pindah rumah ini diyakini akan mendatangkan kesialan jika dilanggar.

Tak Boleh Banyak Bicara

Beberapa orang memilih untuk melakukan ritual masing-masing saat 1 Suro. Beberapa orang di antaranya adalah tapa bisu. Makan, minum serta merokok juga sangat dilarang untuk dilakukan saat ritual tersebut.

Loading...

Tidak Mengadakan Pesta

Sebuah pantangan bagi budaya Jawa jika orang tua menikahkan anaknya pada bulan Suro. Jika tetap dilakukan maka keluarga akan mendapat kesialan. Beberapa juga mengatakan kalau hal itu hanyalah mitos belaka. Selain pesta pernikahan, pesta lainnya seperti sunatan juga dilarang. Hingga sekarang mitos tersebut masih dipercaya oleh sebagian masyarakat Jawa.

Dilarang Bepergian Keluar Rumah

Adanya kepercayaan mistis, membuat sebagian orang percaya pada mitos dan pantangan yang harus dipatuhi pada malam 1 Suro. Misalnya saja, ada seseorang yang percaya lebih baik berdiam diri di rumah pada malam Tahun Baru Jawa ini. Pasalnya, jika nekat pergi ke luar, ada mitos yang menyebut kesialan dan hal buruk akan datang menimpa.

Makhluk Halus Bergentayangan

Mitos yang tidak kalah menyeramkan adalah akan banyak makhluk halus bergentayangan pada Malam 1 Suro. Meski sudah tidak berkembang luas, namun beberapa kalangan masih meyakini bahwa di Malam 1 Suro, arwah leluhur mereka akan pulang ke rumah. Makanya, ada larangan untuk keluar rumah pada malam 1 Suro ini, untuk menyambut arwah leluhur yang datang.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Di Indonesia, ada berbagai cara yang dilakukan untuk memperingati 1 Muharam atau 1 Suro, misalnya seperti berdoa dan menyantuni anak yatim. Hal ini menandakan beragam budaya dan adat tradisi yang dimiliki Indonesia masih digenggam erat oleh masyarakat.

Kendati demikian, hal yang tak boleh dilewatkan pada Tahun Baru Islam atau 1 Muharram adalah mendekatkan diri kepada Tuhan. (*/mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: