WOW !! 4 Weton Ini Dipercaya Didampingi Khodam Nyi Roro Kidul

BNews–MAGELANG-– Boleh percaya atau tidak, dalam buku Primbon Jawa dituliskan, hanya ada 4 weton yang dikawal oleh Khodam Nyi Roro Kidul. Tidak hanya itu, mereka juga dipercaya dapat mendatangkan rezeki seluas Laut Selatan.

Khodam Nyi Roro Kidul yang disebut dalam kitab Primbon Jawa hanya mengawal 4 weton. Karena weton-weton dimaksud memiliki sifat dan karakter yang disukai Khodam ini.

Salah satu sifat dan karakter dari 4 weton yang dikawal oleh Khodam Nyi Roro Kidul menurut Primbon Jawa, yaitu mereka memiliki tekad yang kuat; cerdas, dan selalu bersungguh-sungguh dalam melakukan suatu pekerjaan.

Sejak dulu muncul berbagai mitos dan legenda yang berhubungan dengan Laut Selatan atau samudra Indonesia.

Bagi masyarakat Jawa, tokoh legendaris dan terkenal yang berhubungan dengan laut selatan adalah Ratu Roro Kidul. Sebagian lagi menyebut dengan nama Nyi Roro Kidul atau Nyai Roro Kidul.

Bahkan muncul kisah bahwa pendiri Mataram, Panembahan Senopati, menikah dengan Nyi Roro Kidul.

Siapa sebenarnya Ratu Roro Kidul?

Sosoknya sering dilukis mengendarai kereta membelah laut, namanya dikenal di pelosok tanah air, apakah Ratu Roro Kidul, Nyi Roro Kidul, dan Nyai Roro Kidul 1 orang alias orang yang sama?

Terlepas dari pro dan kontra tentang keberadaannya yang akan kita bahas adalah Khodam penguasa Laut Selatan yang suka warna hijau itu.

Khodam merupakan jin yang mendampingi kita atau di dalam tubuh kita, untuk menjaga dan membantu kita, ada Khodam yang baik maupun jahat.

Nah, di antara 35 weton Primbon Jawa ternyata hanya ada 4 weton yang dikawal oleh Khodam Nyi Roro Kidul, penguasa Laut Selatan tersebut.

Dilansir Borobudurnews.com dari kanal YouTube Nasib dan Hoki, berikut daftar weton yang didampingi titisan Khodam Ratu Pantai Selatan, menurut Primbon Jawa:

1. Selasa Kliwon

Menurut Primbon Jawa, weton Selasa Kliwon ini memiliki neptu yang cukup besar yaitu 11, terdiri dari Selasa 3 dan Kliwon 8.

Berdasarkan kamus kitab Primbon Jawa kuno, pemilik weton ini memiliki watak yang unik layaknya Aras Tuding atau Anggara Kasih.

Anggara Kasih merupakan pertemuan antara dua unsur yaitu antara atau Selasa yang adalah unsur dari Sapta Wara dengan kasih atau Kliwon dari unsur Panca Wara, pertemuan dari anggara dengan kasih itu merupakan hari untuk mewujudkan cinta kasih kepada diri kita sendiri.

Selain itu, hari tersebut oleh orang Jawa dan Bali dianggap keramat, menurut kepercayaan Jawa pada hari ini dilarang berkunjung sedangkan menurut sebagian orang Bali, hari anggara kasih adalah saatnya bagi Batara Siwa turun ke bumi.

Dipercaya juga bahwa weton Selasa Kliwon selalu diikuti keberuntungan kemanapun ia pergi, selain itu dia juga mempunyai sifat yang mudah marah dan tersulut emosinya.

Disebutkan pula dalam tafsir kitab Primbon bahwa weton ini terkenal pandai bicara, setia dan ambisius, waton ini dinaungi watak sumur sinaba.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Bagi masyarakat Jawa, weton Selasa Kliwon memang identik dengan hal-hal supranatural dan mistis, hal ini karena orang-orang yang meninggal tepat pada Selasa Kliwon di beberapa tempat kuburannya akan diburu oleh para pencari jimat.

Orang yang meninggal pada Selasa Kliwon memang dianggap penting, beberapa bagian tubuhnya atau kain mori akan diburu oleh para pencari wangsit, untuk mahar pesugihan dan lain sebagainya.

Jadi mereka yang lahir pada weton Selasa Kliwon merupakan salah satu weton yang paling disukai oleh Khodam Ratu Pantai Selatan, yakni Nyi Roro Kidul.

Bahkan beberapa desa di Jawa terkenal dengan cerita itu, makanya kalau ada yang meninggal tepat pada Selasa Kliwon, biasanya keluarga atau kerabat akan menjaga makam orang tersebut selama 40 hari atau paling tidak sampai tanah makam kering.

Cara lain yang dibuat keluarga dari orang yang meninggal pada Selasa Kliwon, yaitu membangun kuburan secara permanen, agar tidak bisa lagi dibongkar oleh pemburu pesugihan.

Hal inilah yang membuat weton Selasa Kliwon dianggap lebih keramat, namun apapun itu percaya atau tidak pengkeramatan terhadap hari atau benda-benda tertentu merupakan adat yang harus dihormati.

2. Kamis Pon

Kitab Primbon Jawa kuno menulis, weton Kamis Pon memiliki neptu yang cukup besar yaitu 15, terdiri dari Kamis 8 dan Pon 7.

Menurut kitab Primbon Jawa pula, weton Kamis Pon cenderung pendiam dan tertutup, namun ketika sudah tidak bisa menahan emosi umumnya weton ini akan mudah tersulut, emosinya meledak-ledak dan sangat berbahaya untuk didekati.

Mereka yang lahir pada weton Kamis Pon juga memiliki tekad yang kuat, cerdas, dan selalu bersungguh-sungguh dalam melakukan suatu pekerjaan.

Pemilik weton Kamis Pon juga memiliki jiwa kepedulian tinggi dan pengayom, terhadap orang-orang di sekitarnya.

Presiden RI pertama, Ir Soekarno termasuk di antara para pemilik weton Kamis Pon; karena hari kelahirannya yakni 6 Juni 1941 jatuh pada Kamis Pon.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Orang yang lahir dengan weton Kamis Pon digambarkan sebagai pribadi yang berpikiran luas dan berjiwa seperti matahari; memiliki karakter seorang ksatria dan pantas mendapat Pulung seorang pemimpin yang pandai beradaptasi.

Tidak bisa dipungkiri, ilmu serta kemampuan berbicara Bung Karno (Presiden Soekarno) sudah banyak diketahui saking populer dan hebatnya beliau.

Namun ada satu yang mungkin belum diketahui banyak orang bahwa orang-orang pada Kamis Pon memiliki Wahyu Kembang Kantil. Apabila pria maka dia akan sangat memikat banyak sekali wanita dan apabila wanita maka pesonanya tiada bandingan.

Pemilik weton Kamis Pon ini berpotensi besar menjadi sosok istimewa, menjadi ikon yang sangat besar. Nah, weton Kamis Pon juga termasuk salah satu weton yang didampingi Ratu Pantai Selatan.

3. Jumat Wage

Berdasarkan kitab Primbon Jawa kuno, weton Jumat Wage memiliki jumlah neptu yang relatif kecil yaitu 10; terdiri dari Jumat 6 dan Wage 4.

Meski memiliki jumlah neptu hanya 10, namun menurut kitab Primbon Jawa; pemilik weton ini dapat memberi banyak warna bagi orang di sekitar dan juga memiliki watak baik.

Namun sayang sekali di balik watak baiknya, weton Jumat Wage rupanya identik dengan kesialan. Hal ini terkait dengan jiwa pemberontaknya dan sering melakukan pelanggaran terhadap norma-norma yang ada.

Hal-hal tersebut terjadi apabila weton Jumat Wage, tidak dapat mengendalikan energi alami dan kekuatan supranatural yang bersumber dari pantai selatan. Karena weton ini salah satu yang didampingi oleh Khodam Ratu Pantai Selatan.

Mereka yang lahir dengan weton ini, harus lebih mendekatkan diri kepada Allah; agar memperoleh keberuntungan dan mampu meredam semua kekuatan dengan kedekatannya kepada Sang Pencipta.

4. Jumat Kliwon

Dalam kitab Primbon Jawa dituliskan, weton Jumat Kliwon mempunyai jumlah neptu 14, terdiri dari Jumat 6 dan Kliwon 8.

Terlahir dengan neptu 14 menjadikan weton Jumat Kliwon sosok yang diliputi lakuning rembulan, maknanya yaitu kelak akan berlaku layaknya rembulan.

Mereka yang lahir dengan weton ini diperkirakan akan menjadi sosok yang begitu hangat, mempesona; mampu menjadi wadah dan bisa mengayomi orang di sekitarnya.

Tidak hanya itu, sosok weton Jumat Kliwon juga akan menjadi seorang yang memiliki karakter tegas; penuh pendirian yang kuat, namun juga penyayang.

Untuk sifat dan keistimewaan lainnya, weton ini adalah pribadi yang cukup peka terhadap sekitar,baik keadaan maupun perasaan; energik, pandai bergaul, cakap dalam berbicara dan selalu riang serta berusaha untuk menepati janji.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Hal istimewa lainnya, pemilik weton ini cenderung merupakan sosok yang suka sekali menolong seseorang.

Di sisi lain, Jumat Kliwon kerap dianggap keramat oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia.

Dalam kalender Jawa, setiap bulannya kita pasti akan menjumpai hari yang dianggap keramat bagi sebagian orang. Salah satunya adalah Jumat Kliwon.

Menjelang hari tersebut ada yang namanya malam Jumat Kliwon yang memiliki kesan angker.

Saking seremnya terkadang ada orang tua yang melarang anak-anaknya keluar rumah pada malam Jumat Kliwon. Karena dipercaya ada hal-hal yang menyeramkan yang akan terjadi pada malam itu.

Namun sebenarnya Jumat Kliwon dikeramatkan karena merupakan puncak puasa orang zaman dahulu yang sering berpuasa 40 hari lamanya.***

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: