Wujudkan Kesiapsiagaan Bencana di Masyarakat, Pemdes Dukun Magelang Gelar Pelatihan
- calendar_month Ming, 19 Des 2021

Pemdes Dukun, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang melalui LPBD Bimagana menyelenggarakan pelatihan dasar penanggulangan bencana selama dua hari, Sabtu dan Minggu (18-19/12/2021). (foto: ist)
BNews—MAGELANG— Pemerintah Desa (Pemdes) Dukun, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang melalui Lembaga Penanggulangan Bencana Desa (LPBD) Bimagana menyelenggarakan pelatihan dasar penanggulangan bencana. Para peserta berjumlah 30 orang yang merupakan warga Dusun Gejiwan dan Dusun Rejosari, desa setempat.
Pelatihan dasar penanggulangan bencana ini, juga melibatkan peran serta dan sinergi dari kepolisian dalam hal ini Polsek Dukun dan Basarnas (Kantor SAR Borobudur).
Sebelum pembukaan pelatihan tersebut, Kepala Desa (Kades) Dukun, Tanto Heryanto mengajak seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir untuk menundukkan kepala sejenak. Mengheningkan cipta mendoakan para korban dan masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Agar senantiasa diberikan ketabahan dan kekuatan untuk segera bangkit.
Dia juga mengapresiasi pelatihan yang akan diikuti para peserta selama dua hari, Sabtu dan Minggu (18-19/12/2021). Menurutnya, selain dapat memupuk persatuan dan kesatuan, pelatihan dasar penanggulangan bencana ini juga sangat penting.
“Pelatihan ini sangat penting, karena bertujuan untuk meningkatkan kompetensi. Baik dalam bidang pengetahuan, keterampilan dan sigap tanggap dalam penanggulangan bencana” kata kades yang akrab di sapa Tanto Bumi ini.
Melalui pelatihan ini, lanjut dia, melihat bahwa materi yang berkaitan dengan penanggulangan bencana akan terus berguna hingga ke depannya. Sebab wilayah Desa Dukun masuk dalam kawasan rawan bencana merapi II dan juga diapit 2 sungai (senowo dan lamat) yang berhulu dari puncak Merapi.
Di sisi lain, kondisi geografis tersebut juga diikuti dengan pertumbuhan penduduk. Sehingga, seluruh komponen masyarakat juga perlu dilibatkan dalam penanggulangan bencana.
“Tantangan penanggulangan bencana yang dihadapi masyarakat sekarang ini akan terus terjadi di masa depan. desa Dukun berada di wilayah kawasan rawan bencana dan kondisi ini akan terus berulang di tengah pertumbuhan jumlah penduduk,” jelas Tanto.
“Seluruh elemen masyarakat perlu diberdayakan dan dilibatkan dalam penanggulangan bencana di Desa Dukun,” sambungnya.
Download Aplikasi BorobudurNews (Klik Disini)
Dia menjelaskan, keberadaan relawan Bimagana sudah sangat dirasakan oleh masyarakat. Khususnya dalam kaitan penanggulangan bencana yang meliputi aspek sosialisasi, mitigasi dan kesiapsiagaan.
”Keberadaan relawan dalam penanggulangan bencana juga dibutuhkan. Mengingat penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja melainkan perlu ada kolaborasi dan sinergitas antara masyarakat dan dunia usaha,” jelasnya.
Tanto pun berharap, dengan pelatihan ini, dapat meningkatkan pengetahuan dan kapasitas sehingga para relawan Bimagana mampu menjadi duta-duta penanggulangan bencana untuk masyarakat di dusunnya masing-masing.
“Saya sangat berharap semua peserta pelatihan dapat mengikuti arahan dari instruktur dengan sebaik mungkin. Dapat mengikuti seluruh agenda pelatihan dari awal hingga akhir agar proses pembelajaran dan transfer ilmu bisa maksimal,” imbuhnya.
Anton Priyadi selaku kepala wilayah 1, Desa Dukun yang kebetulan ditempati pelatihan kali ini mengucapkan terimakasih kepada pemdes Dukun, LPBD Bimagana, dan semua unsur yang terlibat atas diselenggarakannya pelatihan dasar penanggulangan bencana di dusun Gejiwan ini. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar