Yuk…Intip Buletin Shaka Demokrasi Milik Bawaslu Kabupaten Magelang

BNews—MUNGKID- Bawaslu Kabupaten Magelang meluncurkan Buletin Shaka Demokrasi siang ini (12/9). Melalui media ini, diharapkan program kinerja Bawaslu Kabupaten Magelang bisa diketahui oleh masyarakat.

Peluncuran buletin digelar di Kantor Bawaslu Kabupaten Magelang. “Kata Shaka sendiri bisa diartikan dari dua versi, yakni Sansekerta dan Jawa,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, M. Habib Sholeh dalam siaran persnya.

Advertisements


Dia mengatakan nama Shaka Demokrasi berasal dari hasil diskusi seluruh komisioner dana jajaran staff. Menurutnya kata Sakha dari bahasa sansekerta berarti berpikiran terbuka dan murah hati. “Dimana lewat makna tersebut, kita mengajak masyarakat untuk lebih berpikiran terbuka dan selalu rendah hati,” imbuhnya.


Sedangkan dari istilah Jawa, Shaka sendiri memiliki arti (Soko) tiang penyangga rumah. “Makna tersebut kita anggap Shaka Demokrasi bisa menjadi pilar demokrasi kedepan,” jelasnya.

“Intinya adalah edukasi kepada masyarakat terkait demokrasi dalam Pemilu,” tegasnya.

Habib juga mengungkapkan maksud dan tujuan dibuatnya bulentin ini untuk mengudaki masyarakat. Rencananya buletin akan terbit setiap tiga bulan.

 “Tujuannya tadi sudah saya sebutkan yakni edukasi bagi masyarakat. Selain itu juga sebagai sarana sumbangsih pemikiran kita jajaran Bawaslu Kabupaten Magelang untuk kebaikan Pemilu kedepan agar lebih baik lagi,” paparnya.

Habib mengatakan pada Pemilu 2018-2019 lalu berjalan dengan baik. Namun masih ada beberapa celah yang harus diperbaiki. “Pemilu kemarin merupakan Pemilu serentak pertama kali, dimana terdapat lima surat suara. Tentunya hal tersebut memiliki tantangan dan dinamika yang berbeda dari pemlilu-pemilu sebelumnya,” ungkapnya.

Kordiv Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Magelang Sumarni Aini Chabibah mengungkapkan rasa bangga atas hasil kerja Bawaslu Kabupaten Magelang selama ini. “Dalam buletin tersebut isinya semua dokumentasi hasil kerja Bawaslu Kabupaten Magelang selama pemilu kemari.Termasuk dalam pengawasan,penindakan dan sosialisasi,” imbuhnya.

“Hal ini juga termasuk implemetasi informasi keterbukaan publik dari Bawaslu Kabupaten Magelang. Hal ini karena Bawaslu sudah menjadi sebuah badan dan milik publik sehingga ini juga bisa menjadi media pertanggung jawaban kita kepada masyarakat,” pungkasnya. (bsn/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: