1.386 Guru di Kota Magelang Ditarget Terima Vaksin Covid-19

BNews—MAGELANG— Sebanyak 1.386 orang tenaga pengajar atau guru di Kota Magelang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19. Mereka terdiri atas guru jenjang TK, SD, dan SMP.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Agus Sujito. Ia mengatakan, dari jumlah itu, sebanyak 50 persen sudah menjalani vaksinasi dosis pertama. Vaksinasi bagi para guru ini dilakukan secara bertahap.

“Lokasi vaksinasi Covid-19 bagi para guru di fasilitas kesehatan (Faskes) terdekat dari masing-masing sekolah,” kata Agus, Selasa (23/3/2021).

Agus memastikan bahwa seluruh guru di Kota Magelang akan menerima vaksin tersebut. Hanya saja, saat ini pihaknya masih menunggu distribusi bantuan vial vaksin dari Pemprov Jawa Tengah.

”Yang telah kita data itu merupakan guru prioritas vaksinasi. Sedangkan jumlah total tenaga guru baik ASN maupun non-ASN di Kota Magelang berjumlah 1.733 guru dan 473 tenaga kependidikan,” ujarnya.

Lanjut dia, dengan vaksinasi ini, rencana pembelajaran tatap muka (PTM) bisa lekas dipersiapkan. Terlebih lagi, pihaknya akan segera menggelar simulasi PTM, bersamaan dengan ujian sekolah (US) dan ujian praktik kelulusan di jenjang SMP sederajat.

”Selain vaksinasi bagi tenaga pengajar, syarat PTM juga harus menyertakan persetujuan pemerintah pusat maupun Satgas Covid-19 Kota Magelang,” imbuhnya.

Agus menyebut, bila melihat perkembangan kasus Covid-19 saat ini, potensi untuk tatap muka kian besar. Selain itu, ia juga memberi syarat sekolah yang mengusulkan tatap muka.

”Tentu harus memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Kemudian, membatasi siswa maksimal 30-50 persen tiap kelasnya dan PTM bisa dimulai dari jenjang SMP,” ujar dia.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto menjelaskan, tenaga pengajar menjadi sasaran prioritas berikutnya setelah tenaga kesehatan, pelayan publik, dan pedagang pasar, serta lansia.

”Begitu mendapatkan kiriman vial dari Pemprov Jawa Tengah kita langsung lakukan vaksinasi. Jadi, biar tidak tertahan lama-lama di Dinkes, begitu datang, langsung nama-nama yang sudah terdata divaksin di faskes terdekat,” jelasnya.

Ia menuturkan, kemungkinan vaksinasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan akan tuntas pada pergantian tahun ajaran mendatang, atau bulan Juni-Juli 2021.

”Meski tetap mempertimbangkan kuota vial yang ada. Karena biasanya jumlah vaksin yang datang selalu lebih rendah dari yang diusulkan,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: