Banyak yang Belum Tahu, Ini 10 Hal Unik tentang Magelang yang Jarang Dibahas
- calendar_month 2 jam yang lalu

Hal Unik tentang Magelang yang Jarang Dibahas_foto ilustrasi
Jika berjalan di kawasan Alun-Alun Kota Magelang, masyarakat dapat melihat salah satu bangunan yang menjadi ikon kota, yakni menara air.
Bangunan tersebut memiliki nilai sejarah yang cukup panjang.
Data Cagar Budaya Kemendikdasmen menyebut menara air tersebut sudah ada sejak 1916 dan tetap dipertahankan hingga sekarang. Bangunan itu dinilai mempunyai nilai sejarah tinggi karena mampu bertahan baik dari sisi bentuk maupun fungsi.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Sementara sejumlah sumber sejarah Kota Magelang mencatat pembangunan menara air minum di kawasan tengah kota pada periode awal abad ke-20.
Jadi, ketika warga melewati kawasan Alun-Alun Magelang, sebenarnya mereka sedang melihat salah satu bagian dari sejarah perkembangan kota pada masa kolonial.
- Magelang Punya Julukan “Tuin van Java”
Sebelum dikenal luas dengan berbagai julukan modern, Magelang pernah mendapatkan sebutan “Tuin van Java”, atau Taman Jawa.
Julukan tersebut berkaitan dengan gambaran Magelang sebagai kota yang memiliki lingkungan hijau, indah dan nyaman.
Pemerintah Kota Magelang menjelaskan bahwa filosofi Kota Sejuta Bunga berkaitan dengan sebutan Tuin van Java. Bunga dipandang sebagai simbol keindahan sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Karena itu, istilah Kota Sejuta Bunga sebenarnya memiliki akar sejarah yang cukup panjang.
- Gunung Tidar Punya Cerita yang Jauh Lebih Panjang daripada Sekadar Tempat Wisata
Bagi masyarakat Magelang, Gunung Tidar bukan hanya kawasan hijau di tengah kota.
Gunung ini memiliki posisi penting dalam cerita sejarah, budaya dan legenda masyarakat Magelang.
Profil Kebudayaan Kota Magelang bahkan memasukkan cerita mengenai Pakuning Tanah Jawi, Kyai Semar, Syech Subakir dan Kyai Sepanjang sebagai bagian dari potensi sejarah, legenda dan cerita rakyat kota.
Cerita tentang Gunung Tidar kemudian berkembang menjadi salah satu identitas budaya Magelang.
Namun, kisah-kisah tersebut perlu ditempatkan sebagai legenda atau tradisi tutur, bukan disamakan dengan fakta sejarah yang telah dibuktikan melalui sumber primer.
- Nama “Magelang” Memiliki Lebih dari Satu Versi Asal-usul
Masyarakat mungkin sering mendengar bahwa nama Magelang berasal dari istilah “tepung gelang”, yakni strategi pengepungan berbentuk lingkaran.
Versi tersebut berkaitan dengan cerita Pangeran Purbaya dan kisah pembukaan Hutan Kedu.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Namun, asal-usul nama Magelang tidak sesederhana satu cerita saja.
Penelitian sejarah dan toponimi menunjukkan adanya berbagai versi mengenai asal nama Magelang. Salah satunya berkaitan dengan perubahan nama Glangglang menjadi Magelang dalam penelusuran sejarah yang bersumber dari prasasti.
Karena itu, ketika membahas asal-usul nama Magelang, penting membedakan antara sumber prasasti, kajian sejarah dan cerita rakyat.
- Magelang Pernah Memiliki Banyak Bioskop yang Kini Tinggal Cerita
Bagi generasi sekarang, bioskop identik dengan pusat perbelanjaan modern.
Namun, Magelang ternyata pernah memiliki cukup banyak gedung bioskop.
Penelitian sejarah mengenai Kota Magelang mencatat sejumlah nama bioskop pada era kolonial hingga periode setelah kemerdekaan, antara lain Alhambra, Roxy, Kresna, Bayeman, Kartika, Mutiara, Rejowinangun Theatre, Globe, Magelang Theatre dan Tidar Theatre.
Jejak tersebut menjadi bagian dari sejarah budaya perkotaan Magelang yang kini mungkin tidak lagi dikenal oleh generasi muda.
Ini menjadi salah satu contoh bahwa sejarah sebuah kota bukan hanya tentang perang dan pemerintahan, tetapi juga tentang bagaimana masyarakatnya menikmati hiburan.
- Banyak Nama Kampung di Magelang Berkaitan dengan Lingkungan Masa Lalu
Satu lagi hal menarik adalah toponimi, atau sejarah di balik nama suatu wilayah.
Sejumlah nama kawasan di Magelang dipercaya berkaitan dengan kondisi lingkungan atau tanaman yang dahulu tumbuh di wilayah tersebut.
Dalam kajian sejarah lokal, misalnya terdapat nama-nama seperti Kebonpolo, Kemirikerep, Jambon, Bayeman, Pucangsari, Kebonsari dan Jambesari yang dikaitkan dengan tanaman atau kebun tertentu.
Artinya, ketika warga menyebut nama kampung setiap hari, sebenarnya sebagian nama tersebut menyimpan gambaran mengenai lingkungan Magelang pada masa lalu.
Magelang Bukan Hanya Borobudur
Dari berbagai fakta tersebut, terlihat bahwa Magelang memiliki lapisan sejarah yang jauh lebih kompleks dibandingkan sekadar daerah wisata.
Ada jejak Mataram Kuno, prasasti, desa perdikan, cerita rakyat, pemerintahan kolonial, kota militer, bangunan cagar budaya, sejarah transportasi, bioskop hingga toponimi kampung.
Bahkan, sebagian cerita tersebut masih bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, menarik untuk melihat Magelang bukan hanya sebagai daerah yang menjadi tempat berdirinya Candi Borobudur, tetapi sebagai kawasan yang memiliki perjalanan sejarah panjang dari masa kerajaan hingga era modern.
Catatan Penting
Istilah “tidak ada di internet” dalam artikel ini tidak dimaknai secara harfiah sebagai informasi yang sama sekali tidak pernah dipublikasikan secara daring. Sebagian informasi memang tersedia di arsip digital, situs pemerintah, penelitian akademik dan pemberitaan, tetapi belum banyak dibahas secara populer atau diketahui masyarakat luas.
Sumber utama yang digunakan dalam penelusuran artikel ini antara lain Pemerintah Kota Magelang, Profil Kebudayaan Kota Magelang, data Cagar Budaya Kemendikdasmen, BPK RI, kajian akademik mengenai toponimi Magelang serta pemberitaan media nasional. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar