Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » 102 Orang Dilaporkan Hilang dan 14 Meninggal Dunia Akibat Danau Himalaya Meluap

102 Orang Dilaporkan Hilang dan 14 Meninggal Dunia Akibat Danau Himalaya Meluap

  • calendar_month Jum, 6 Okt 2023

BNews-NASIONAL– Setidaknya 102 orang hilang dan 14 orang telah meninggal dunia akibat banjir yang disebabkan oleh luapan danau glasial Himalaya di timur laut India. Kejadian tersebut terjadi setelah hujan lebat yang melanda daerah tersebut.

Banjir ini menyapu dan menggenangi bangunan di sepanjang sungai Teesta di Sikkim, India. Para pejabat di daerah ini melaporkan bahwa tim penyelamat mengalami kesulitan dalam melakukan tugas mereka akibat jembatan yang putus dan arus air yang deras.

Banjir ini disebabkan oleh luapan danau Lhonak yang terletak di negara bagian Sikkim pada hari Rabu. Banjir ini telah berdampak pada kehidupan sekitar 22.000 orang menurut pihak berwenang. Kejadian ini merupakan salah satu contoh cuaca ekstrem di pegunungan Asia Selatan yang diduga disebabkan oleh perubahan iklim.

Operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan dalam kondisi cuaca yang buruk, dengan hujan yang terus-menerus dan arus air yang deras di sungai Teesta. Jalan dan jembatan banyak yang hancur akibat banjir ini.

Hingga Kamis pagi tadi, badan penanggulangan bencana negara melaporkan bahwa 26 orang terluka, 102 orang hilang, dan 22 di antaranya adalah personel militer. Sebanyak 11 jembatan juga hancur akibat banjir ini.

Video dari kantor berita ANI memperlihatkan banjir yang menerjang kawasan pemukiman, menyebabkan beberapa rumah runtuh dan fasilitas militer dan sipil rusak. Kendaraan juga terendam dalam air banjir tersebut.

Dari citra satelit, dapat terlihat bahwa hampir dua pertiga dari danau glasial tersebut tampak kering.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Departemen cuaca telah memperingatkan akan adanya potensi tanah longsor dan gangguan penerbangan; karena diperkirakan akan terjadi hujan lebih lanjut selama dua hari ke depan di beberapa bagian Sikkim dan negara bagian sekitarnya. Akibat bencana tersebut, Sikkim terputus dari Siliguri di Benggala Barat karena jalan utamanya mengalami kerusakan.

Anggota Dewan Legislatif Sikkim, GT Dhungel, memberi tahu Reuters bahwa pasokan bahan bakar seperti bensin; dan solar telah menipis di ibu kota negara bagian, Gangtok, namun pasokan makanan masih mencukupi.

Peristiwa ini terjadi akibat hujan deras yang memicu banjir di danau glasial Lhonak pada hari Rabu, yang kemudian mengakibatkan; banjir bandang di lembah Teesta, sekitar 150 km utara Gangtok dekat perbatasan dengan China.

Dengan kejadian ini, perlu adanya tindakan yang cepat untuk membantu korban dan memulihkan daerah yang terdampak. Kita perlu memperhatikan pentingnya perlindungan lingkungan dan pengelolaan sumber daya air agar dapat mencegah bencana serupa di masa depan. (*)

About The Author

  • Penulis: Pemela

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less