175 Mahasiswa UNTIDAR Magelang Lakukan SWAB Antigen Dan PCR

BNews–MAGELANG-– Tes swab antigen serta PCR difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Kota Magelang kepada civitas akademika Universitas Tidar (Untidar), Hal tersebut dilakukan sebagaia upaya tracing menyusul belasan mahasiswa Teknik Sipil yang dinyatakan terpapar Covid-19 usai kegiatan gathering, 4-6 Juni 2021 lalu.

Pelaksanaan tes swab di Gedung dr. HR Suparsono kompleks Untidar oleh 4 tim dari Puskesmas Magelang Utara.

Kepala Puskesmas Magelang Utara, dr Istikomah mengatakan, tes swab dan PCR kali ini merupakan tindak lanjut atas laporan pertama klaster gathering mahasiswa Untidar. Laporan pertama yang terkonfirmasi sekitar 10 mahasiswa, lalu terus berkembang.

“Dari laporan pertama, kita langsung lakukan tes kepada yang bersangkutan dan tracing ke kontak erat atau juga yang memiliki hubungan epidemologis. Kita gerilya secara simultan,” ujarnya di sela kegiatan.

Dia menuturkan, 10 mahasiswa awal yang terkonfirmasi positif langsung menjalani isolasi yang pertama di wisma penginapan dan sekarang terpusat di Hotel Borobudur. Dari tracing kemudian berkembang menjadi 20 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“20 orang itu tidak hanya mahasiswa, tapi juga civitas akademika, seperti pegawai kampus yang kontak dengan mahasiswa. Sekarang kita fasilitasi tes swab dan PCR bagi yang belum, karena sejak laporan pertama sudah ada yang tes secara mandiri,” katanya.

Dia menyebutkan, dua tes sekaligus dilakukan karena mengikuti pedoman yang ada. Pertama mahasiswa menjalani tes swab antigen dan dilanjut PCR. Dengan adanya tes ini diharap lebih cepat dalam mengatasi penyebaran Covid-19, terutama yang terkait klaster gathering mahasiswa ini.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Undangan tesnya sebanyak 175 mahasiswa plus civitas akademika Untidar. Bagi yang nanti hasilnya positif akan langsung kita arahkan isolasi terpusat di Hotel Borobudur, karena lebih enak dalam pengawasan,” jelasnya.

Rektor Universitas Tidar (Untidar) Magelang, Mukh Arifin mengatakan, sudah membatasi bahkan meniadakan kegiatan pembelajaran maupun ekstrakulikuler tatap muka. Arifin memastikan kampus tidak memberikan izin kepada civitas akademika yang mengadakan kegiatan dalam bentuk apapun.

“Mahasiswa kan dia punya keinginan sendiri, tapi universitas sudah membatasi tidak ada kegiatan tatap muka, baik yang akademik, pembelajaran maupun yang ekstrakurikuler. Sehingga kita tidak mengeluarkan izin,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: