Guru Besar Unika Apresiasi Program Pengentasan Kemiskinan Ganjar

BNews—SEMARANG— Pembangunan inklusif dinilai menjadi faktor keberhasilan Gubernur Ganjar Pranowo dalam upaya pengentasan angka kemiskinan di Jawa Tengah. Kebijakan pro-rakyat yang menyentuh hingga level bawah itu berdampak pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi di masyarakat.

Pengamat Ekonomi Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Andreas Lako mengatakan, pembangunan bersifat inklusif dilakukan sejak Ganjar memimpin Jateng 2013 lalu. Program tersebut membuahkan hasil. Di tahun 2016, tren positif penurunan angka kemiskinan di Jateng sudah terlihat.

”Tahun 2016 sampai sekarang angkanya turun sangat besar. Tidak hanya jumlah orang miskin saja. Tetapi juga kesenjangan sosial, ekonomi dan ketimpangan wilayah di Jateng begitu terasa,” kata Andreas.

Lanjut Andreas, contoh pembangunan yang bersifat inklusif adalah seperti pembangunan infrastruktur yang digenjot sampai pelosok desa. Kebijakan pro-rakyat itu berdampak sangat positif sangat terasa. Pertumbuhan ekonomi masyarakat meningkat. Perpindahan barang dan jasa menjadi lebih cepat.

”Ini yang saya katakan. Dampak dari pembangunan inklusif itu tidak hanya membuat jalan mulus. Namun membuat aktivitas ekonomi bergeliat,” papar Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FIB) Unika Soegijapranata itu.

Selain pembangunan infrastruktur, upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi terus digenjot di Jateng dengan target tujuh persen. Untuk merealisasikannya, kebijakan pro-investasi dibuat. Penciptaan kondisi sosial, politik dan keamanan yang kondusif juga dilakukan.

”Hal ini menyebabkan para investor saat ini berbondong-bondong melakukan investasi di Jateng. Dengan begitu, serapan tenaga kerja terjadi, pengangguran berkurang dan pastinya angka kemiskinan akan ikut tereduksi,” ucapnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Belum lagi program-program bantuan sosial kepada masyarakat, pemberian pendampingan, modal usaha dan peningkatan UMKM dan lain yang terus dikebut. Kebijakan tersebut untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan pendapatan perkapita.

”Arah, kebijakan, strategi dan tindakan yang dilakukan Pak Ganjar sudah sangat tepat dan hasilnya sekarang sudah sangat bagus. Namun jangan berpuas diri dahulu. Harus terus digenjot agar penurunan angka kemiskinan di Jateng semakin besar tiap tahunnya,” pungkas dia.

Sebagaimana diketahui, Jawa Tengah kembali menjadi juara dalam penurunan angka kemiskinan di Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) diperiode Maret hingga September 2019, Jateng berhasil mengentaskan angka kemiskinan hingga 63.830 jiwa. (lhr/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: