19 Tahun yang Tidak Berubah

(Catatan reuni Spensagra Angkatan 98)

CANDI Umbul Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang, pagi tadi (9/6) nampak cerah. Langitnya kelihatan biru. Anginnya sepoi-sepoi agak kencang. Lokasinya diapit perbukitan kecil.  

Candi Umbul merupakan sebuah pemandian. Meski bernama candi, belum ada bangunan candi yang ditemukan disana. Hanya beberapa batu ber-relief yang ditemukan. Gambarnya hewan, tumbuhan. Coraknya Mataram Hindu.

Loading...

Lokasi ini, konon, merupakan tempat pemandian suci. Hanya putri dan permaesuri raja yang boleh mandi disini. Arkeolog menyebut bangunan ini dari Dinasti Sanjaya.

Mata air di Candi Umbul unik. Airnya hangat. Bedanya, tak bau belerang seperti air hangat pada umumnya. Jika ingin menikmati mandi disini lebih baik pagi buta. Belum banyak orang.

Akhir pekan tadi (9/6), lokasi ini ramai sekali. Banyak wisatawan datang. Ditambah ada momen spesial yang dilaksanakan disana. Ya, reuni angkatan 1998 SMP N 1 Grabag yang banyak disingkat Spensagra. Entah siapa yang memulai singkatan ini.

Panitia memilih menggelar reuni di sana. Kebetulan, ketua panitianya, Dwi Susanto, yang seorang Dosen itu, lahir dan besar disana. “Sembari mempromosikan wisata,” bisiknya.

Dari hampir seratusan lebih alumni angkatan jaman reformasi itu, hanya sedikit yang datang. Tak lebih dari 50 alumni. Lainnya ada yang ijin. Sisanya entah.

Sedikit atau banyak sepertinya tak jadi masalah. Reuni tetap jalan. Tetap asik. Tetap berkesan.

Apalagi, reuni kali ini semua yang sudah berkeluarga dianjurkan membawa serta “pasukannya”. Beda seperti reuni –reuni sebelumnya. Mungkin ini untuk antisipasi mudorot pascareuni.

19 tahun sejak lulus, sudah beberapa kali digelar reuni. Dan selalu diselenggarakan setelah Lebaran. Alasannya : beberapa orang sudah tidak menetap di Grabag. Banyak yang merantau. Mengadu nasib di luar sana. Pulangnya hanya saat lebaran.

Suasana seketika seperti berubah seperti jaman SMP dulu. Tak ada jarak. Tawa. Bercerita dan bernostalgia. Ah….teman-teman masih seperti yang dikenal dulu.

SERU : Suasana permainan di sela-sela reuni melibatkan semua anggota keluarga. (Foto : Istimewa)

Padahal, sekarang mereka sudah hidup dengan profesinya sendiri-sendiri. Ada yang jadi pengajar, ada yang jadi pegawai bank, dokter, ada yang jadi tentara, polisi, PNS, pengusaha, pedagang dan lain sebagainya. Ada juga yang menjadi ibu rumah tangga yang baik buat anak-anaknya.

Ini benar-benar reuni. Semua seoalah ditanggalkan. Tidak ada yang pamer. Tidak ada yang ingin menonjol. Tetap sama seperti waktu dulu jaman seneng-senengya lagu awal Sheila On 7.

Ini benar-benar reuni. Yang diceritakan adalah kelucuan dan kenakalan jaman SMP. Juga mengenang saat saat diajar Pak Margono, sang Guru Agama, dan Pak Sarwono, Guru Bahasa Inggris. Juga guru-guru lain.

Ini benar-benar reuni. Dimana, satu sama lain menanyakan keberadaan temannya yang tidak datang. Karena selalu saja ada cerita yang masih tertinggal. (bn1)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: