25 Cheff Hotel dan Resto di Magelang Berkompetensi Olahan Beong, ini Daftar Pemenangnya
- calendar_month Sel, 22 Okt 2024

Kompetisi ini bertajuk “Authentic Culinary Competition” spesial olahan Beong
Juara Harapan 1 adalah Resto Janji Hati Borobudur yang mengkreasikan daging beong menjadi Aglio Olio Kecombrang, Juara Harapan 2 Dbrajan Cafe & Resto membuat Steamed Beong dan Juara Harapan 3 Enam Langit by Plataran membuat kreasi Beong Bambu Bumbu Genep.
Aspek yang dinilai dari lomba tersebut terutama adalah rasa, yaitu bagaimana peserta menyajikan makanan bercitarasa enak dari penilain juri.
Selain itu, aspek lain yaitu kreativitas penciptaan menu baru, penyajian serta proses pembuatan menu. Di antara dewan juri yang dihadirkan ada dua orang chef dari hotel serta resto ternama di Magelang dan Jogja.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)
Usep Syarifudin mengatakan kegiatan tersebut mendapat antusias yang sangat baik. Ini terbukti dengan saat dibukanya pendaftaran lomba ada sekitar 25 peserta yang mendaftar. Jumlah tersebut bahkan melampaui target yang hanya 20 peserta saja.
“Kami berharap event ini nantinya akan menjadi agenda rutin setiap tahun. Dan ke depannya akan dibuat lebih menarik lagi, supaya mendatangkan para wisatawan untuk datang berkunjung ke borobudur ataupun ke Kabupaten Magelang,” katanya.
Lebih lanjut, menurutnya lomba kreasi menu ini merupakan langkah awal yang masih tergolong kecil karena bersifat internal. Ke depan ia berharap dari juara lomba ini bisa mewakili PHRI dengan mengadakan lomba lintas asosiasi atau bisa menjangkau lebih banyak lagi.
Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan Dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Mulyanto, yang diwakili; kepala Bidang Pemasaran dan Eknomi Kreatif, Zumrotun Rini menuturkan, kompetisi masak tersebut diharapkan; dapat menambah kerjasama dengan para komunitas.
Selain itu, lanjutnya juga bertujuan untuk meningkatkan promosi untuk pemasaran pariwisata dan ekonomi kreatif Kabupaten Magelang terutama di sektor kuliner.
“Karena ini baru awal, harapannya event ini bisa diadakan lebih besar lagi. Kali ini masih tahap se-Kabupaten Magelang, kedepan event ini diharapkan bisa sampai keluar daerah. Misalnya di tingkat Kedu atau Provinsi dimana dapat menjangkau PHRI di tingkat yang lebih tinggi,” jelasnya.
Ketua Daya Tarik Wisaya (DTW) Kabupaten Magelang, Edward Alfian menambahkan kuliner merupakan bagian dari ekonomi kreatif untuk pariwisata, sehingga semakin bervariasinya menu kuliner khas, akan meningkatkan pemasaran daya tarik wisata di Kabupaten Magelang.
“Semakin banyak variasi menu kuliner khas, akan menambah daya tarik wisatawan untuk merasakan kuliner khas dalam berbagai sensasi rasa,” katanya. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar