3 Film Indonesia Bertema Santri yang Menarik untuk Ditonton
- calendar_month Ming, 22 Okt 2023

ILUSTRASI: Menonton film (Foto oleh Towfiqu barbhuiya dari pexels.com)
BNews—MAGELANG— Setiap tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional di Indonesia. Dalam memperingatinya, kamu bisa menonton film bertemakan santri.
Berikut ini kumpulan rekomendasi film yang bisa kamu tonton di Hari Santri Nasional. Film ini juga bisa sekaligus memberikan motivasi kepadamu sebagai seorang santri.
1. Sang Pencerah
Film ini merupakan sebuah cerita perjalanan hidup ulama besar Indonesia yakni K.H. Ahmad Dahlan. Pada film ini KH Ahmad Dahlan yang dikenal sebagai seorang pendiri organisasi Islam Muhammadiyah di Indonesia.
Banyak pelajaran dan motivasi yang bisa dipetik dan diambil dari film yang berlatar belakang perjuangan Islam dan Santri ini. Film ini sangatlah cocok ditonton untuk kamu para santri di Hari Santri Nasional.
2. Sang Kiai
Selanjutnya film yang bercerita tentang santri adalah film berjudul Sang Kiai. Film ini murni menceritakan tentang perjuangan santri ketika mengusir para penjajah. Film ini berasal dari biografi ulama besar Indonesia, Kiai Hasyim Asyari.
KH Hasyim Asyari memberikan semangat kepada para santri dan menyatukan seluruh santri untuk berjuang mengusir para penjajah. Akibat perlawanan dari KH Hasyim Asyari dan para santri akhirnya beliau ditangkap oleh penjajah.
Seluruh santri tidak terima dengan hal itu, berangkat dari penangkapan KH Hasyim Asy’ari seluruh santri bergerak untuk melakukan perlawanan dan perjuangan demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mengusir para penjajah.
Film ini sangatlah cocok untuk para santri agar membangkitkan semangat dan motivasi kepada para santri dalam menimba ilmu di pondok pesantren.
3. Negeri 5 Menara
Film ini bercerita seorang anak bernama Alif yang mempunyai cita-cita ketika lulus Sekolah Dasar. Alif ketika itu harus mengubur mimpinya yang ingin menjadi seperti Habibie ketika ibunya menginginkan ia menjadi seperti Buya Hamka.
Alif harus mengikuti kemauan ibunya yang menginginkan ia untuk belajar di pondok pesantren. Saat mulai belajar di pondok pesantren itu Alif terhipnotis dengan sebuah kata yang berbunyi “Man Jadda Wajadda,” yang berarti siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan sukses.
Berjalan waktu Alif menjalani pendidikan di pondok pesantren, Alif bertemu dengan anak-anak yang senasib dengannya. Setelah bertemu dengan anak-anak yang senasib dan mempunyai mimpi yang sama, akhirnya Alif sadar bahwa ketika ia belajar di pondok pesantren bukanlah mengubur mimpinya.
Malahan Alif semakin giat belajar dan bersama teman-teman nya dan semakin mempunyai ambisi yang besar untuk menaklukan dunia dari belajar di pondok pesantren.
Sumber: detikSumut
About The Author
- Penulis: BNews 7





Saat ini belum ada komentar