Duh…Total 28 Karyawan Indogrosir Sleman Dinyatakan Positif Covid-19

BNews—SLEMAN— Kluster baru penyebaran Virus Corona di Jogjakarta dari Indogrosir Sleman terus bertambah. Total sudah ada 28 karyawan yang dinyatakan positif Covid-19.

Terbaru, hasil swab pada Jumat (15/5/2020) menyebutkan dua tambahan positif baru dari karyawan Indogrosir. Mereka kini harus menjalani karantina mandiri.

Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan COVID-19 Berty Murtiningsih, mengatakan jumlah karyawan Indogrosir yang dinyatakan positif corona jadi 28 orang. Atau 29 jika kasus 79 yang menyingkap gunung es klaster Indogrosir dan telah sembuh ini ikut dihitung. 

Sementara, jika dilihat dari klaster pusat perbelanjaan modern itu sendiri, sejauh ini sudah ada 32 orang pasien positif di dalamnya. Hitungan ini termasuk tiga kerabat salah seorang karyawan Indogrosir.

“Pada hari ini tanggal 15 Mei 2020, laporan hasil pemeriksaan laboratorium terkonfirmasi positif COVID-19 di DIY ada 3 kasus. Sehingga jumlah kasus positif COVID-19 di DIY menjadi 188 kasus,” ungkap dia.

Tiga pasien terbaru diklasifikasikan ke dalam kasus nomor 188-190. Mengingat, ada dua kasus yang ditarik ke kampung halaman pasiennya, Jawa Tengah.

Menurut Berty, kasus 188, pasiennya adalah laki-laki 31 tahun warga Kulon Progo. “Dia terkait klaster Jamaah Tabligh,” sambung Berty.

Untuk kasus 189, pasiennya laki-laki 27 tahun asal Kulon Progo. Sementara kasus 190, perempuan warga Sleman. “Mereka karyawan Indogrosir,” lanjut Berty lagi.

Lebih jauh, Berty turut menyampaikan laporan kesembuhan tiga pasien. Meliputi kasus 41, laki-laki 31 tahun; kasus 111, laki-laki 42 tahun; dan kasus 112, laki-laki 23 tahun. Ketiganya warga Kulon Progo.

Adanya informasi pasien positif dan sembuh hari ini membuat jumlah pasien COVID-19 di DIY yang masih ditangani rumah sakit menjadi 121 orang. Sedangkan yang pulih, ada 71 orang.

Adapun laporan mengenai pasien berstatus dalam pengawasan (PDP) yang meninggal hari ini. Di antaranya seorang dalam gangguan jiwa (ODGJ) berjenis kelamin laki-laki 45 tahun warga Kulon Progo dan seorang bayi berusia 8 bulan asal Sleman. “Keduanya belum sempat diambil swab,” kata Berty.

Sedangkan satu PDP meninggal yang sudah sempat diambil sampelnya berjenis kelamin perempuan berusia 62 tahun asal Sleman. “Ada riwayat sakit jantung,” tutup Berty.

Terkait klaster Indogrosir tadi, secara terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menyebut dari 60 karyawan yang sebelumnya dinyatakan reaktif via rapid test, 25 di antaranya memperoleh hasil negatif lewat uji swab. “Yang masih menunggu hasil 7 orang,” tuturnya. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: