6 Pakaian Adat Jateng, Ada Yang Kerap Dipakai Pengantin

BNews—JATENG—Jawa Tengah (Jateng) merupakan salah satu provinsi di Palau Jawa yang memiliki beragam jenis pakaian adat. Dibalik penggunaannya pun, mengandung maknanya sendiri.

Namun demikian, tak banyak masyarakat yang memahami beragam pakaian adat tersebut. Beberapa orang hanya mengetahui jenis pakaian adat yang biasa digunakan pada acara resmi seperti pernikahan.

Berikut ini adalah himpunan Borobudurnews mengenai lima jenis pakaian adat Jateng :

Surjan

Surjan merupakan busana adat resmi bagi kaum pria. Pakaian ini konon diciptakan oleh Sunan Kalijaga yang kemudian dijadikan sebagai pakaian adat Mataram.

Surjan sendiri ada dua jenis yakni Lurik dengan motif garis-garis dan Ontrokusuma memiliki motif bunga. Dalam penggunaannya, Surjan Lurik dipakai oleh aparat kerajaan dan para prajurit, sedangkan Surjan Ontrokusuma digunakan oleh bangsawan Kerajaan Mataram.

Kaniragan

Loading...

Kaniragan adalah pakaian yang dulunya digunakan oleh golongan bangsawan, baju ini terdiri dari kain beludru hitam yang dilengkapi dengan dodot. Walaupun awalnya hanya khusus dikenakan kaum bangsawan, namun akhirnya dapat dipakai masyarakat lazim pada masa pemerintahan Sultan HB IX.

Pakaian ini kerap dikenakan para pengantin yang melangsungkan acara pernikahan.

Basahan

Basahan adalah pakaian adat yang biasa dipakai para pengantin di Jawa selain Kanigaran. Pada zaman dulu pakaian ini hanya boleh dikenakan di lingkungan kerabat Kraton namun seiring perkembangan zaman, akhirnya dapat dipakai oleh masyarakat umum.

Pakaian Basahan memiliki arti filosofis sebagai simbol berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Setiap bagian dari busana ini memiliki makna harapan agar dapat menjalani hidup dan membangun keluarga yang harmonis, Bahagia, dan sejahtera serta dapat hidup selaras dengan alam.

Kebaya

Sebenarnya kebaya tidak hanya di Jateng, melainkan juga menjadi baju adat di berbagai wilayah provinsi di pulau Jawa dengan memiliki corak dan motif yang berbeda. Untuk kebaya yang berasal dari Jateng, pada bagian atasannya terdiri dari kebaya, kemben, kain tapih pinjung, dan stagen.

Sementara bagian bawahnya adalah kain jarik sedangkan bagian kepala terdapat konde yang diperindah dengan bunga melati. Biasanya, kebaya dikenakan perempuan untuk menyambut tamu pada acara pernikahan.

Download Musik Keren Disini

Jangkep

Sama halnya dengan Kebaya, namun Jangkep diperuntukkan khusus bagi laki-laki. Pakaian adat ini terdiri dari atasan yang berupa baju beskap yang memiliki motif bunga, sedangkan untuk bawahannya berupa kain jarik yang dililitkan pada ikat pinggang yang tersedia.

Batik

Batik merupakan pakaian resmi paling populer yang dikenakan di Jawa bahkan sudah diresmikan UNESCO sebagai warisan resmi budaya Indonesia. Di Jateng sendiri, motif batik terdiri dari beberapa jenis seperti Batik Pekalongan, Batik Solo, Batik Lasem, dan Batik Yogyakarta. (*/mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: