IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

68 Ribu Warga Magelang Belum Bisa Cetak E-KTP, Ini Penjelasan Dinas

BNews—MAGELANG— Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Magelang menyebut, hingga saat ini sebanyak 68 ribu warga Magelang belum bisa mencetak e-KTP. Hal tersebut disebabkan kelangkaan blangko karena menunggu pengiriman dari pusat.

Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Magelang, Idam Laksana mengatakan, kelangkaan blangko terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Sedang pihaknya hanya menerima jatah blangko dari pusat sebanyak 500 keping.

”Sedang masyarakat yang melakukan perekaman e-KTP rata-rata perhari sebanyak 300 orang. Tidak sebanding dengan jumlah blangko yang ada,” kata Idam saat ditemui di ruangannya, kemarin (9/1).

Idam menjelaskan, usai melakukan perekaman, masyarakat tidak langsung menerima e-KTP lantaran keterbatasan blangko. Sebagai penggantinya untuk sementara mereka diberikan surat keterangan (Suket) yang berlaku enam bulan ke depan.

”Tapi belum tentu di enam bulan pertama, mereka akan menerima e-KTP. Bahkan kami sampai membuatkan surat keterangan kedua. Tetapi untuk surat keterangan kedua atau lebih akan kami prioritaskan,” jelasnya.

Terang dia, pihaknya sementara ini mengutamakan masyarakat yang baru kali pertama membuat e-KTP. Yakni remaja yang berusia 17 tahun.

”Kami prioritaskan blangko untuk pemula. Artinya, mereka tetap kami beri surat keterangan dulu. Disaat stok blangko ada, mereka kami dahulukan pencetakannya,” terang Idam.

Loading...

Keterbatasan blangko sejak tiga tahun lalu membuat Disdukcapil mawas diri. Usai melakukan perekaman, masyarakat diminta meninggalkan nomor telepon. Tujuannya untuk menginformasikan ke masyarakat ketika e-KTP telah dicetak. Selain itu agar mereka tidak bolak balik ke kantor.

”Sampai saat ini, ada tiga ribu nomor telepon yang kami simpan. Mereka segera akan kami hubungi ketika e-KTP sudah jadi,” pungkasnya.

Sebagai tambahan, meski blangko saat ini habis, masyarakat tetap dapat melakukan perekaman e-KTP. Dan Disdukcapil menegaskan tidak ada pungutan biaya alias gratis dalam pelayanan e-KTP. (*/bsn/han)

Penulis: Fitri Hidayatun (Mahasiswi Magang Universitas Negeri Semarang)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: