7000 Ketupat dari 7 Gunungan Diserbu Warga di Grebeg Kupat Magelang 2026
- calendar_month Sab, 28 Mar 2026

BNews- MAGELANG – Tradisi Grebeg Kupat Kabupaten Magelang Tahun 2026 berlangsung meriah di Lapangan drh. Soepardi, Sawitan, Kota Mungkid, Sabtu (28/3/2026). Sebanyak 7 gunungan berisi sekitar 7.000 ketupat diserbu ribuan warga yang antusias mengikuti tradisi tahunan tersebut.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Magelang ini menjadi magnet masyarakat dari berbagai wilayah. Sejak pagi, ribuan warga sudah memadati lokasi untuk menyaksikan sekaligus mengikuti prosesi perebutan gunungan ketupat yang sarat makna filosofis.
Bupati Magelang, , mengatakan Grebeg Kupat merupakan bentuk kedekatan antara pemerintah daerah dengan masyarakat, sekaligus simbol persatuan dalam membangun daerah.
“Grebeg Kupat ini menjadi sarana hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat untuk menyatu dalam mewujudkan visi pembangunan. Secara filosofis, kupat ini melambangkan ‘ngaku lepat’, saling mengakui kesalahan di momen Idul Fitri sebagai modal membangun ke depan,” kata Grengseng di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, jumlah tujuh gunungan yang dihadirkan bukan tanpa makna. Angka tujuh dalam tradisi Jawa melambangkan pertolongan, petunjuk, dan nasihat kebaikan.
“Tujuh gunungan ini melambangkan petulungan, petuduh, dan petutur. Harapannya Kabupaten Magelang selalu mendapat berkah serta dalam menjalankan pemerintahan kami diberikan pertolongan dan petunjuk,” imbuhnya.
Meski berlangsung meriah, Bupati menyoroti pentingnya evaluasi tata kelola kegiatan agar ke depan lebih tertib dan aman bagi masyarakat.
CEK BERITA UUPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)
“Ke depan panitia perlu memperbaiki tata kelola. Harus diatur dengan jelas kapan gunungan bisa diambil agar tidak menimbulkan risiko seperti berdesakan atau terinjak. Ini penting supaya masyarakat tetap aman dan nyaman,” tegasnya.
Terkait adanya informasi dugaan aksi pencopetan di tengah kerumunan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman. Kapolresta Magelang, , menyebut pihaknya tengah mengumpulkan data untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Kami masih mengumpulkan data apakah benar terjadi tindak pidana pencopetan atau kemungkinan kelalaian seperti barang jatuh atau hilang. Ini masih ditangani oleh anggota di lapangan,” jelas Herbin.
Ia menegaskan, jika benar terjadi, hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian dalam pengamanan kegiatan masyarakat ke depan.
“Kami mengimbau masyarakat yang mengikuti kegiatan dengan kerumunan besar agar selalu menjaga barang pribadinya. Jika terjadi tindak pidana, segera laporkan kepada petugas di lokasi,” tambahnya.
Selain Grebeg Kupat, rangkaian acara Hari Jadi Kota Mungkid masih akan berlanjut dengan pertunjukan wayang orang pada malam hari serta agenda penerbangan balon udara pada Minggu pagi. Pemerintah berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2










Saat ini belum ada komentar