Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Untidar Buka Prodi Gizi, Pemkot Magelang Siap Kerja Sama Penanganan Stunting

Untidar Buka Prodi Gizi, Pemkot Magelang Siap Kerja Sama Penanganan Stunting

  • calendar_month Kam, 19 Okt 2023

BNews—MAGELANG— Universitas Tidar (Untidar) Magelang membuka program studi baru di tahun 2023 ini yakni Program Studi Gizi di Fakultas Pertanian. Hal ini pun disambut baik oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang.

Wali Kota Magelang, Muchamad Nur Aziz menyebut Pemkot Magelang akan terbantu dalam upaya penanganan stunting dengan masukan-masukan dari akademisi dari Untidar, terutama dari Prodi Gizi. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber pada Launching dan Kuliah Umum Prodi Gizi Untidar, di Gedung dr. H. R. Suparsono, Rabu (18/10/2023)

“Kecukupan gizi anak linier dengan tingkat kemiskinan. Setelah Covid, tingkat kemiskinan di Kota Magelang sudah mulai membaik begitupun juga dengan angka stunting. Tapi harapannya stunting di angka 14 persen bisa diturunkan lagi targetnya menjadi 8,6 persen tahun ini,” ujarnya dalam keterangan pers.

Pemkot Magelang melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP4KB) mulai menjalankan berbagai program untuk penanganan gizi buruk dengan target Baduta dan Balita.

“Kecukupan gizi untuk anak muda dan Ibu hamil juga perlu diperhatikan. Banyak ditemukan kasus HB rendah. Peningkatan HB harusnya tidak hanya bergantung pada multivitamin namun dengan pola konsumsi yang baik,” jelas Aziz.

Lanjut Aziz, dalam penangan gizi buruk, Pemkot tidak bisa melakukan programnya sendiri namun harus bersama seluruh OPD dan masyarakat Kota Magelang itu sendiri.

“Tolong ingatkan saya untuk segera mempertemukan Dinas Kesehatan Kota Magelang dengan Prodi Gizi Untidar, segera kita bahas apa yang bisa dikerjasamakan,” ucapnya.

Koordinator Prodi Gizi, Untidar, Farida memaparkan kepada para peserta seminar yang sebagian besar adalah mahasiswa baru prodi gizi untuk tidak khawatir nanti ketika lulus bisa mendapatkan pekerjaan apa saja.

“Faktanya di Indonesia masih kekurangan banyak ahli gizi, harapannya ketika nanti lulus tidak hanya bisa masuk ke industry atau pekerjaan dalam bidang gizi namun bisa menjadi entrepreneur dalam bidang gizi,” tuturnya. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less